Ini Titik Kerusakan dan Tanah Longsor di JLS Pacitan

oleh
Pembersihan jalur JLS oleh tim Gabungan . (Foto: IST/Info Pacitan WA)

Pacitanku.com, PACITAN – Akses jalur lintas selatan di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mengalami kerusakan berat akibat longsor di 15 lokasi yang tersebar, namun pada Kamis siang sudah mulai bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Pantauan Antara di Pacitan, Kamis (30/11/2017) kemarin melaporkan longsor besar hingga memakan separuh badan jalan juga terjadi di ruas JLS Desa Sidomulyo.

Lubang menganga yang nyaris memutus akses JLS itu membuat kendaraan roda empat yang lewat harus bergerak ekstra hati-hati karena berisiko terjadi gerakan tanah susulan.

Selain di titik Sidomulyo, kerusakan juga terpantau pada belasan lokasi lainnya akibat longsor kecil maupun dampak gerusan air dari saluran drainase yang tersumbat dan terus mengalir melalui badan jalan aspal.

“Untuk hari ini target kami melakukan normalisasi di jalur lintas selatan ini sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat,” kata Pejabat Pembuat Komitmen 18 Satker Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Timur Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) di Pacitan Siva Udukha.

Ia tidak secara lugas merinci dampak kerusakan di JLS Pacitan mulai wilayah Ngglonggong-Hadiwarno hingga perbatasan Pacitan-Trenggalek di Sudimoro yang menjadi kewenangannya.

Namun, Siva menyebut titik longsor terjadi sporadis antara 11-15 lokasi yang tersebar.

Untuk langkah normalisasi, kata Siva, mulai Kamis pagi dua unit alat pengeruk tanah dikerahkan untuk menyingkirkan material longsor yang menimbun dan menutup ruas JLS, kendati tak semua disingkirkan dari badan jalan.

Menurut Siva, normalisasi yang dilakukan sebatas membuka akses agar arus lalu lintas kendaraan dan bantuan logistik maupun operasi SAR bisa dilakukan ke titik-titik bencana yang sebelumnya terisolasi.

Upaya normalisasi sebagian yang dilakukan BBPJN berhasil membuka akses lalu lintas sekitar pukul 13.00 WIB.

Kendaraan untuk jenis roda dua dan empat tampak sudah berhasil menembus jalur JLS mulai Kota Pacitan hingga titik Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo yang saat puncak kejadian bencana alam juga terputus akibat terjangan banjir bandang hingga ketinggian 1,5 meter. (Ant/RAPP002)