Ini Alasan Kemenpar Genjot Pelatihan Homestay di Pacitan

oleh -1.828 views
Para peserta pelatihan bidang homestay di Pacitan,
Para peserta pelatihan bidang homestay di Pacitan,

Pacitanku.com, PACITAN – Menteri Pariwisata Arief Yahya menggenjot dua program prioritas di Pacitan dalam pelatihan berbasis kompetensi homestay di Hotel Permata, Kabupaten Pacitan pada Senin (18/9/2017) hingga selasa (19/9/2017) lalu.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk mengetahui, memahami, dan mengimplementasikan kebijakan Kemenpar dalam pengembangan pariwisata Indonesia terutama kebijakan mengenai pengembangan homestay.

Arahnya pun harus digital. Dia tak ingin homestay itu nantinya bernasib sama dengan pengelola transportasi konvensional yang sudah tergilas oleh pengelola transportasi online seperti Uber, Grab dan Gojek.

“Industri pariwisata merupakan cara yang paling mudah untuk mensejahterakan masyarakat. Menciptakan lapangan kerja sekaligus menghidupkan perekonomian rakyat. Cara yang mudah bisa dikatakan yaitu dengan menambah sarana pendukung di sekitar destinasi seperti penginapan atau homestay yang dikelola oleh masyarakat,” ujar Ahman Sya, Kamis (21/9).




Wisnu yang juga hadir dalam pelatihan tersebut mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata di suatu daerah tidak perlu membangun dengan modal besar. Caranya bisa sangat simpel.

Sarana infrastruktur bisa dimanfaatkan kemudian menciptakan inovasi baru, membuat icon yang bisa menjadi daya tarik. “Ciptakan tempat untuk rileks yang aman, nyaman, indah dan dapat membawa pulang kenangan,” ujarnya.

Sementara, Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut menanggapi menyebut di era serba digital, industri pariwisata harus mengikuti perkembangan. Termasuk soal pengelolaan homestay, yang diharapkan kelak bisa menjadi yang terbesar, terbaik di dunia.

“Harus dipisahkan antara kepemilikan dengan pengelolaan. Harus dipromosikan, dijual melalui cara digital, termasuk sistem pembayaran, manajemen pelaporan keuangan, dan lainnya. Tanpa digital, tidak akan bisa bersaing di level dunia,” jelas Arief Yahya.

Arief Yahya yang di tahun 2016 menjuarai berbagai kompetisi pariwisata dunia di 22 negara itu juga menjelaskan, pengelolaan homestay juga harus menggunakan cara korporasi. Bukan lagi dengan model koperasi. “Persaingan ke depan itu, key success factors-nya adalah service excellent,” jelas dia.

“Dengan bahasa lain, siapa yang bisa melayani dengan baik, dialah yang akan memimpin. Homestay memang menjadi prioritas yang dikerjakan Kemenpar, setelah Go Digital dan Air Connectivity,” pungkasnya.