Ada Truk BBM Terguling, Jalur Bus Pacitan-Solo Sempat Tersendat

oleh
Evakuasi tangki pertamina di Loh Denok Pringkuku.(Foto: Wasi Prayitno Info Pacitan)
Evakuasi tangki pertamina di Loh Denok Pringkuku.(Foto: Wasi Prayitno Info Pacitan)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Satu unit truk Pertamina dengan nomor polisi E 9226 YB terguling di jalur bus Pacitan-Surakarta, tepatnya di kelokan Loh Denok, Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, pada Minggu (2/7/2017) kemarin.

Akibatnya, truk besar pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah tersebut sempat terguling sekitar 10 jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Senin (3/7/2017) pagi. Truk tersebut berisi totoal BBM sebanyak 24 ribu liter, dengan rincian jenis Pertamax 8 ribu liter dan Pertalite 16 ribu liter yang rencananya akan dibawa ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Arjosari.

Kepala Unit Laka Lantas Kepolisian Resor Pacitan, Inspektur Polisi Satu Sugeng Rusli kepada wartawan mengatakan bahwa truk terguling akibat berpapasan dengan sebuah mobil dari arah berlawanan. Diduga sopir tangki bernama Dwi Sarino tidak bisa menguasai laju kendaraannya saat berpapasan di sebuah kelokan tajam.

Menurutnya, diduga supir tak kuasai medan jalan yang menikung saat berpapasan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Dia mengatakan bahwa petugas dari Damkar langsung menyiramkan air ke badan jalan yang dipenuhi bensin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sopir dan kernet mengalami luka ringan serta ribuan liter BBM tersebut tumpah.




“Dua mobil pemadam kebakaran didatangkan ke TKP, tumpahan BBM sangat banyak dan berpotensi memunculkan kebakaran. Karena itu Satlantas ‎perlu melakukan kesiapsiagaan akan segala kemungkinan terburuknya. Polisi juga mendatangkan tim teknis dari Depo Pertamina Boyolali untuk ikut membantu proses evakuasi,”jelasnya.

Hanung Yulianto, kenek truk tersebut mengatakan bahwa Dwi hilang kendali di tikungan saat berpapasan dengan kendaraan lain yang mengakibatkan truk terguling. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, hanya sopir dan kenek Hanung Yulianto hanya mengalami luka lecet. Selain itu, arus lalu lintas sudah kembali normal, setelah sebelumnya mengalami kemacetan hingga 3 KM.

Namun demikian, proses evakuasi tangki pengangkut BBM tersebut memakan waktu hingga berjam-jam karena harus menguras semua bahan bakar yang ada di dalam tangki. Setelah dilakukan evakuasi, mulai Senin pagi, jalur Pacitan menuju ke Solo kembali normal.