Miris, Gaji Guru PAUD di Pacitan Hanya Rp25 Ribu-Rp100 Ribu Per Bulan

oleh -Dibaca 2.113 kali

Pacitanku.com, PACITAN  – Nasib guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Pacitan, sungguh mengenaskan. Bahkan, masih jauh dari kata layak untuk kesejahteraannya. Di antara mereka, secara sukarela mengajar hanya dengan honor antara Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu per bulan.

Dengan gaji yang jauh dari kata layak tersebut, beban kerja mereka tidak sebanding. Mereka dituntut bisa mendidik anak di usia emasnya (golden age) dengan baik. ‘’Bisa dikatakan kesejahteraan mereka kurang layak. Mereka tulus mengabdi untuk mendidik anak usia dini, namun dengan bayaran yang tidak seberapa,’’ ungkap Ketua Tim Penggerak PKK, Luki Indartato, dilansir dari Radar Madiun, Senin (24/4/2017).

Luki mengatakan, dari 2.558 guru PAUD yang tercatat hingga saat ini, baru sekitar 300 guru yang sudah berstatus PNS. Selebihnya, merupakan tenaga sukarela dengan gaji paling banyak Rp 100 ribu.

Menurut Luki, pemerintah sudah berupaya membantu, dengan mendorong tiap desa menganggarkan kepada PAUD Rp 100 ribu per bulan. Penganggaran tersebut bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD).




Sayangnya, usulan di tiap PAUD kadang tidak sesuai dengan realita di lapangan. ‘’Ada yang diusulkan tiga guru di satu PAUD, tetapi ternyata yang mengajar disana ada empat. Jadi, Rp 100 ribu itu dibagi empat,’’ jelasnya.

Menurut Luki, jika dilihat dari nominal yang diterima tiap PAUD, memang tidak seberapa. Tetapi, jika dikalkulasikan, jumlah yang digelontorkan dari ADD untuk guru di 953 PAUD di seluruh Pacitan, per bulan mencapai Rp 220 juta.

Luki menyadari jika beban para guru sangat tidak sebanding dengan kesejahteraan mereka. Tugas mendidik anak usia dini tidaklah mudah. Menurut Luki, di usia tersebut pendidikan yang diterima anak sangat krusial. ‘’Baik atau tidaknya pendidikan yang diterima anak di usia golden age sangat berpengaruh nantinya ketika dia dewasa,’’ terangnya.

Agar kesejahteraan guru PAUD tetap dapat terpenuhi, meski dengan gaji yang terbatas, maka diberikanlah sejumlah pelatihan. Mulai dari pelatihan daur ulang sampah, sampai teknik mendongeng. Pelatihan yang diberikan tidak hanya untuk merangsang para guru PAUD menyejahterakan diri sendiri. Selain itu, juga untuk meningkatkan kualitas pengajaran mereka. 

Sumber: Radar Madiun