Bupati Sebut Kelas Inspirasi Membantu Dunia Pendidikan di Pacitan

oleh -131.534 views
Agenda Briefing Kelas Inspirasi di Gedung Karya Dharma Sabtu (25/3/2017) lalu. (Foto: IG Kelas Inspirasi Pacitan)
Agenda Briefing Kelas Inspirasi di Gedung Karya Dharma Sabtu (25/3/2017) lalu. (Foto: IG Kelas Inspirasi Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Bupati Pacitan Drs H Indartato MM menyebut bahwa adanya Kelas Inspirasi Pacitan (KIP) turut memberi andil dalam dunia pendidikan ditengah keterbatasan tenaga guru, khususnya pada Sekolah Dasar (SD).

“Kegiatan ini sangat membantu pemerintah daerah. Mudah-mudahan membawa berkah untuk masyarakat,” harap Bupati disela-sela briefing akbar Kelas Inspirasi Pacitan Ke-2 di Gedung Karya Darma, Sabtu (25/3/2017) lalu.

Lebih lanjut, Indartato menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh pengajar kelas inspirasi merupakan bentuk pengorbanan untuk negeri. Sebab mereka melakukannya dengan sadar dan iklash. Ditengah terbatasnya jumlah tenaga pendidik khususnya untuk SD di Pacitan yang masih mengalami kendala kekurangan guru sebanyak 1.165 orang.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, keberadaan pengajar kelas inspiratif ikut membantu memecahkan masalah kekurangan guru tersebut. Karena sesuai aturan, pemerintah daerah tidak boleh menerbitkan SK honorer.

Pun demikian dengan alokasi dana BOS yang tak mencantumkannya. Sehingga kepala sekolah bersama komite harus berusaha mengupayakan pemenuhannya. “Kita bangga dengan prestasi SD yang ada di peringkat 19 Jawa Timur. Meski lama pendidikan kita rata-rata baru 6,68 tahun. Tentunya dengan kelas inspiratif, mutu pendidikan kita akan lebih maju kedepannya,” ungkapnya.




Kelas inspirasi di Kabupaten Pacitan telah ada sejak tahun lalu. Zona kelas pertama ada di Kecamatan Sudimoro sejak bulan Agustus 2016 lalu. Sedangkan untuk kelas ke-2 adalah zona Kecamatan Pringkuku. Jumlah sekolah yang bermitra pada zona terakhir mencapai 12 SD.

Sebagai informasi, Kelas Inspirasi merupakan bagian dari Indonesia Mengajar yang merupakan sebuah inisiatif gerakan di bidang pendidikan yang merekrut, melatih, dan mengirimkan lulusan terbaik untuk mengajar sekolah dasar di daerah pelosok Indonesia selama 1 tahun.

Kontribusi GIM dalam pendidikan Indonesia dimulai dari tahun 2010. Salah satu misi utama dari gerakan ini adalah mengajak berbagai pihak, termasuk masyarakat umum, untuk turut terlibat aktif dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan bangsa. Ajakan ini hadir dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah Kelas Inspirasi.

Gerakan yang diinisiasi oleh Anies Baswedan ini merupakan kegiatan yang mewadahi profesional dari berbagai sektor untuk ikut serta berkontribusi pada misi perbaikan pendidikan di Indonesia. Melalui program ini, para profesional pengajar dari berbagai latar belakang diharuskan untuk cuti satu hari secara serentak untuk mengunjungi dan mengajar SD, yaitu pada Hari Inspirasi.

Latar belakang profesi tenaga pengajar sendiri beragam. Mulai dari tenaga instalasi listrik, videografer, dan kru kapal pesiar. Bahkan ada diantaranya yang bekerja di staf kedutaan negara asing serta kementerian.

Relawan sendiri berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Seperti Jakarta, Bandung,Yogyakarta, dan Surabaya. Malah ada yang datang dari Bali, Medan (Sumatera Utara), maupun Batam (Kepulauan Riau). Materi ajar mereka lebih pada pengenalan profesi. Untuk memicu siswa belajar lebih giat.

Pewarta: David Eka/Arif Sasono
Editor: Dwi Purnawan