Ini Titik Rawan Bencana Tanah Gerak di Pacitan

oleh -Dibaca 2.320 kali
Tanah Amblas (Foto : Doc-Info Pacitan)
Tanah Amblas (Foto : Doc-Info Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Kabupaten Pacitan adalah daerah dengan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Salah satu yang sering menimpa Pacitan adalah bencana tanah ambles atau tanah retak yang sering terjadi. Berdasarkan catatan Pacitanku.com sejak tahun 2014, setidaknya ada delapan titik rawan bencana tanah ambles di Pacitan yang harus di waspadai.

Dari hasil kajian Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Pacitan, pemicu terjadinya tanah gerak/ambles di Pacitan ternyata paling besar didominasi faktor aktivitas manusia. Persentasenya sekitar 87,29 persen. Selanjutnya faktor lain karena dipicu oleh faktor kondisi hidrologi lereng sekitar 4,23 persen. Selanjutnya, faktor kelerengan sekitar 1,51 persen, faktor geologi sekitar 6,34 persen, faktor curah hujan serta guncangan gempa.

Ini delapan titik rawan bencana tanah gerak/ambles di Pacitan yang harus diwaspadai.

1. Dusun Dondong, Desa Gemaharjo Tegalombo

Kondisi terkini jalur Gemaharjo yang kembali amblas. (Foto: Info Pacitan)
Kondisi terkini jalur Gemaharjo yang kembali ambles. (Foto: Info Pacitan)

Ini adalah peristiwa tanah ambles atau tanah gerak paling besar di Pacitan. jalan yang terletak di dusun Dondong, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo kembali mengalami keretakan pada Rabu (30/11/2016) siang. Jalur yang berada di Kilometer 223 Surabaya itu kembali retak akibat tanah dibawahnya bergerak.

Sebelumnya, jalur tersebut mengalami  ambles empat kali, yakni pada Jumat (24/4/2015), Senin (4/5/2015), Kamis (15/10/2015) dan Rabu (20/1/2016). Sejak tahun 2011, daerah di Dusun Dondong ini memang telah mulai ambles. Bahkan Uap panas muncul dari dalam tanah yang ambles tersebut pada Oktober 2011 lalu. Warga di area ini akhirnya mengosongkan rumahnya setelah tanah gerak membahayakan mereka.

Agar jalur Pacitan-Ponorogo tetap terhubung, Pemerintah memasang jembatan darurat bagi kendaraan kecil untuk melintas di jalan tersebut. Sementara, kendaraan diatas 10 ton dilarang melewati jalur tersebut.

2. Dusun Bulih, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan

Bencana tanah retak juga terjadi di RT 4 RW 8 Dusun Bulih, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan. Kejadian tersebut mengancam rumah warga setempat,Di antaranya rumah milik Widodo, Priyo Dwiarno dan Muhammad Nurrokhim. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menyebut bahwa kejadian empat rumah retak di RT 4 RW 8 Dusun Bulih, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan membentuk posisi tapal kuda. Dari sisi ilmu geologi pusat yang disampaikan ke Pacitan, dilokasi Dusun Bulih tepatnya 4 rumah itu, dibawahnya ada sebuah telaga yang cukup dalam.

3. Dusun Banjarejo Desa Worawari Kecamatan Kebonagung

Tanah retak di Banjarnjo, Worawari, Kebonagung. (Foto: info Pacitan)
Tanah retak di Banjarnjo, Worawari, Kebonagung. (Foto: info Pacitan)

Di kawasan ini, warga di Dusun Banjarejo, Desa Wora-Wari, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, dikejutkan adanya tanah retak dilahan pertanian, desa setempat. Rekahan tanah itu terjadi sejak Senin (18/4/2016) sore. Saat diketahui, lebar rekahan baru mencapai 30 cm. Namun sekira pukul 08.00 WIB, Selasa (19/4/2016), lebar rekahan sudah bertambah menjadi 55 cm. Areal tanah pertanian milik warga setempat gerak dengan lebar mencapai sekitar 25 cm, dengan posisi tanah masih begerak pada Senin (18/4/2016) lalu.


4. Dusun Montongan, Desa Ketro, Kecamatan Tulakan

Masyarakat setempat sudah menutup jalur ambles di jalur alternatif Pacitan-Ponorogo.

Jalur ambles juga terjadi di jalur alternatif Pacitan-Ponorogo yang melewati pasar Dusun Montongan, Desa Ketro Kecamatan Tulakan. Titik badan jalan mengalami retak dan ambles dengan kedalaman mencapai 1 meter. Ancaman jalur putus pun kemungkinan terjadi dijalur alternatif Pacitan-Ponorogo itu. Amblesnya jalan alternatif yang menghubungkan Desa Ketro dengan Desa Ngrayun di Kabupaten Ponorogo tersebut sudah terjadi sejak Rabu lalu. Namun kondisi semakin parah dengan intensitas hujan deras yang terjadi terus menerus sejak Kamis (8/12/2016) hingga Jumat (9/12/2016) pagi.

5. SDN Ketepung I, Dusun Sumber, Desa Ketepung Kebonagung

Kondisi terkini SDN Ketepung I yang mengalami tanah ambles.

Salah satu sekolah dengan kerusakan cukup parah akibat bencana tanah ambles adalah Sekolah Dasa Negeri (SDN) Ketepung I. Sekolah yang terletak di Dusun Sumber, Desa Ketepung, Kecamatan Kebonagung ini mengalami  kerusakan paling parah. Kondisi tanah halaman serta pagarnya ambles sekitar mencapai 1 meter dengan panjang tanah ambles mencapai 40 meter. Kerusakan juga mengancam tiga unit ruang kelas.

6. Dusun Ngasem, Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari

Tanah Amblas (Foto : Doc.info Pacitan)
Tanah Ambles (Foto : Doc.info Pacitan)

Sebuah kawasan permukiman di Dusun Ngasem, Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan ambles pada Kamis (9/1/2014). Runtuhnya lahan tersebut dengan kedalaman 5-7 meter itu mengakibatkan 9 rumah rusak berat. Dua diantaranya rata terbenam ke dalam tanah. Bencana itu juga memaksa belasan kepala keluarga mangungsi.

Pergerakan tanah di pemukiman yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai Grindulu sudah terjadi sejak lama. Awalnya hanya berupa retakan kecil. Rekahan itu terus melebar hingga akhirnya berimbas ke seluruh dusun. Dalam kejadiannya, saat pergerakan tanah terjadi warga langsung berhamburan keluar rumah. Sebagian lainnya membunyikan tanda bahaya berupa kentongan untuk mengingatkan warga yang masih berada di dalam rumah.

7. Dusun Sidomakmur, Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo

jalan kasihan rusak (dok.Pacitanku)
jalan kasihan rusak (dok.Pacitanku)

Jalan yang menghubungkan Kecamatan Tegalombo menuju Tulakan melewati di Dusun Sidomakmur, Desa Kasihan Kecamatan Tegalombo adalah jalan rawan ambles lainnya. Ruas jalan yang berada tepat di belokan tersebut sudah ambles dan beberapa kali diuruk, akan tetapi karena wilayah yang berada diatas bukit tersebut merupakan tanah gerak, sehingga terus mengalami ambles dan terseret longsoran ke bawah.




Jika hal ini dibiarkan terus menerus, jalan ini akan mengalami putus sebab gunung tersebut terus mengalami ambles akibat longsor. Daerah itu memang masuk kawasan longsor, dimana tanah ambles tersebut ikut terseret dan terbawa longsor ke bagian bawah bukit.

8. Jalan Punung-Gondosari Desa Pelem Pringkuku

Jalan penghubung Punung-Gondosari persisnya masuk Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku ambles. Jalan ambles tersebut diketahui sejak pekan lalu dan kini kondisi jalan lebih parah dari sebelumnya. Penyebab amblesnya jalan diduga karena di bawah permukaan tanah jalan tersebut terdapat aliran air yang tembus ke sawah. Awalnya, kerusakan jalan panjangnya 20 meter dan lebar sekitar 10 sentimeter. Kerusakan sudah bertambah dengan panjang 25 meter dan lebar 15-20 sentimeter. Selain di jalan, retakan tanah juga semakin memanjang hingga ke lahan pertanian milik warga.

 

Selain delapan titik tersebut, sebenarnya peristiwa tanah ambles di Pacitan sudah sering terjadi belasan kali sejak tahun 2010 hingga akhir tahun 2016 ini.

Pada Juli 2014 lalu misalnya, curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah gerak di Dusun Krajan, Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan. Akibat kejadian tersebut 12 rumah warga rusak. Selain itu, tanah ambles juga mengancam salah satu sekolah di Pacitan, yakni SDN Kasihan III yang terletak di Dusun Kalitengah, Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo. (DPPP001)