Hampir Putus, Warga Wonoanti Bikin Jembatan Darurat dari Kayu

oleh -131.370 views

jembatanPacitanku.com, TULAKAN – Semangat gotong royong warga Pacitan memang patut diacungi jempol, setidaknya hal itu tercermin saat bagaimana warga Pacitan berpadu mengatasi dampak dari bencana alam. Yang terbaru, kejadian jembatan Kaliwawang, Desa Wonoanti Kecamatan Tulakan yang putus total pada Kamis (20/10/2016) langsung ditangani warganya pada keesokan harinya.

Sebagai informasi, hampir seluruh permukaan Jembatan Kali Wawang di Desa Wonoanti Kecamatan Tulakan  ambles. Kondisi ini membuat akses jalan penghubung Desa Wonoanti dengan Desa Nglaran maupun Desa Jetak terputus.

Ambrolnya badan jembatan tersebut lantaran derasnya arus sungai hingga mengakibatkan tanah disisi kanan serta kiri jembatan ikut hanyut terbawa arus air.

Bahkan, bagi kendaraan roda empat harus melalui jalur alternatif lainnya dengan jarak tempuh 5 kilometer lebih jauh. Sementara kendaraan roda dua yang hendak melintas dituntut ekstra hati-hati, karena sisa badan jalan juga nyaris ambles.


“Karena hujan deras, sehingga air meluap. Tanah di kanan dan kiri jembatan longsor terbawa arus, sehingga setengah badan jalan ambrol,” kata Rochandi, salah satu rescue RAPI Pacitan.

Untuk menangani hal tersebut, warga setempat berinisiatif membangun jembatan darurat menggunakan irisan kayu pohon kelapa. Kayu dari pohon kelapa tersebut ditata sedemikian rupa agar bisa digunakan untuk akses warga, terutama yang menggunakan kendaraan roda dua.

Agus Riyono, Kepala Desa Wonoanti menyampaikan terputusnya jalan utama penghubung dua kecamatan mengganggu perekonomian masyarakat setempat.

Baca juga: Diguyur Hujan, Jembatan Penghubung Desa di Tulakan Ambrol

“Pengguna jalan dipaksa melintas dijalur alternatif lain yang mengeluarkan biaya lebih besar, pemerintah diminta segera turun tangan supaya dampak yang dirasakan masyarakat tidak semakin memburuk,” pintanya, Jumat kemarin.

Agus Riyono menjelaskan, untuk kendaraan roda empat, jalur dialihkan lewat Dusun Ngunut. Sebab sangat beresiko bagi kendaraan bermuatan seandainya melintas di jalur tersebut. “Kami juga sudah berkordinasi dengan Polsek Tulakan untuk membantu pengalihan jalur lalu lintas,” ungkapnya. (RAPP002)