Sepanjang 2016, Ada 2460 Penderita Diare di Pacitan

oleh -13699 views
C

Pacitanku.com, PACITAN – Penyakit diare seolah mewabah di wilayah Pacitan dengan jumlah penderita cukup banyak. Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat sepanjang Januari-April 2016 sudah ada 2.460 penderita diare.

Rinciannya, 851 penderita pada bulan Januari, bulan Februari ada 672 penderita, 544 penderita tercatat pada bulan Maret dan April sudah ada 393 penderita.

 ‘’Pemicu utama karena pergantian cuaca atau musim pancaroba,’’ jelas Bambang Widjanarko Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Pacitan, Senin (23/5).

Dari ribuan penderita tersebut, kata Bambang, mayoritas penderitanya adalah anak-anak. Karena anak-anak paling rentan serangan bakteri penyebab diare. Terutama dari makanan dan minuman yang kurang terjaga kebersihannya.

Mengingat anak-anak kerap jajan sembarangan dan kurang pengawasan orangtua. ‘’Selain jenis makanan, kebersihan peralatan makan juga kurang terjaga,’’ imbuhnya.

Dia berharap, agar orangtua lebih memperhatikan kesehatan anak-anak. Kondisi cuaca yang tidak menentu menyebabkan ketahanan tubuh menurun.


Ditambah lagi, bakteri atau kuman penyebab penyakit lebih mudah menyebar lewat debu, air dan udara. ‘’Makanan yang mengandung zat-zat berbahaya seperti pengawet dan pewarna perlu dihindari. Khususnya saat anak-anak berada di sekolah,’’ tegas Bambang.

Menurut dia, diare merupakan penyakit yang selalu ada sepanjang tahun. Jumlah penderitanya pun seringkali cukup banyak pada pergantian musim.

Meskipun angka penderita cenderung menurun setiap tahun, namun sulit untuk mencapai nihil penderita. ‘’Karena penyakit diare ini pengaruhnya dari perilaku masyarakat. Jadi cukup sulit menurunkan angka kasus diare,’’ katanya.

Bambang mengimbau agar masyarakat selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Terutama dalam hal penggunaan air bersih, cuci tangan dengan air bersih dan sabun, penggunaan jamban sehat dan pemberantasan jentik nyamuk.

‘’Upayakan selokan tetap mengalir dengan baik, karena ini merupakan salah satu tempat bersarangnya sumber penyakit. Masyarakat harus pro aktif membersihkan lingkungan masing-masing,’’ katanya. (her/yup/RAPP002)

Sumber: Radar Madiun