Setelah Turun Harga, Konsumsi BBM di Jatim Naik

oleh
Ilustrasi BBM Naik. (Gulalives)
Ilustrasi BBM Naik. (Gulalives)

Pacitanku.com, SURABAYA – Konsumsi BBM untuk jenis Premium dan Solar di wilayah Pertamina Marketing Operation Region V (MOR V) yang meliputi Jatim, Bali, NTB dan NTT naik pascapenurunan harga yang dilakukan Pemerintah.

Area Manager Communication dan Relations Pertamina Marketing Operation Region V, Heppy Wulansari, Selasa, mengatakan kenaikan untuk jenis premium mencapai 17 persen dari konsumsi total per hari yang mencapai 14.264 kilo liter per hari, atau menjadi sekitar 16.500 kilo liter per hari Sementara untuk konsumsi solar mengalami kenaikan mencapai 5 persen dari konsumsi total per hari yang mencapai 6.593 kilo liter per hari, atau menjadi sekitar 6.700 liter per hari.

Heppy mengatakan, untuk konsumsi premium di wilayah Jatim berada pada angka 10.263 kilo liter per hari, Bali 2.181 kilo liter per hari, NTB 1.087 kilo liter per hari dan NTT 733 kilo liter per hari. Sedangkan konsumsi solar untuk wilayah Jatim mencapai 5.292 kilo liter per hari, Bali 2.181 kilo liter per hari, NTB 379 kilo liter per hari dan NTT 350 kilo liter per hari.


Ia menjelaskan, akibat adanya kenaikan konsumsi itu Pertamina MOR V terus menggenjot penyaluran BBM ke SPBU, dan dari pantauan Pertamina lonjakan konsumsi terjadi di beberapa SPBU di Kota Surabaya dan jalur pantura. “Untuk wilayah lain di MOR V konsumsi terpantau normal dan tidak ada lonjakan signifikan. Lonjakan konsumsi terpantau mulai Selasa pagi, dan kami segera memprioritaskan pengiriman kepada SPBU yang stoknya kritis,” katanya.

Heppy mengaku terus melakukan monitor stok Premium dan Solar di berbagai wilayah Pertamina MOR V, untuk memastikan stok dalam kondisi cukup.

Ia mengatakan, saat ini dari total 1.143 SPBU di wilayah Pertamina MOR V, sebanyak 1.039 SPBU telah menyediakan produk Pertamax dan 493 SPBU menyediakan produk Pertalite. “Selain Premium dan Solar, penurunan harga juga berlaku untuk produk BBM Pertamina lainnya di SPBU yaitu Pertamax Series, Pertalite dan Solar Non Subsidi,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menurunkan tarif BBM mulai 5 Januari 2015, dengan rincian, untuk BBM jenis Solar turun dari Rp6.700 per liter menjadi ke Rp5.650 per liter, sedangkan untuk Premium non Jawa Madura Bali (Jamali) turun dari Rp7.300 per liter menjadi Rp6.950 per liter. (RAPP002/Antara)