Ibas Kawal Program PPIP di Kebonagung Pacitan

oleh -Dibaca 842 kali

Pacitanku.com, KEBONAGUNG – Ketua Fraksi Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengawal sekaligus meninjau langsung program PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan) dan Bantuan Sosial (Bansos) berupa alat-alat pertanian dan air bersih di beberapa desa di Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur.

“Untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan, sudah sejak sepuluh tahun lalu pemerintah telah memberikan suatu program yang di antaranya melalui Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan atau PPIP,” kata Ibas dalam sambutannya saat meninjau langsung kegiatan PPIP dan Bansos di Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan Senin (09/11/2015) lalu.

Pria yang juga anggota Komisi X DPR RI, ini mengatakan bahwa pengawalan  terhadap PPIP dan Bansos Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung itu merupakan bagian dari program Ibas pada saat reses, mengunjungi masyarakat di Dapil VII Jatim meliputi Kabupaten Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Trenggalek.

Selama dua hari sebelumnya Ibas juga mengawal sekaligus meninjau PPIP dan Bansos di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek dan Desa Jonggol, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo.

Dikatakan Ibas, pemerintah mempunyai tujuan agar peningkatan pembangunan yang merata dan bermanfaat bagi perekonomian masyarakat dan menunjang pula SDM masyarakat pedesaan yang nantinya berkembang pula. Seperti yang di terima oleh Desa Punjung yang mendapat PPIP berupa pembangunan jalan desa sepanjang satu kilometer, yang pelaksanaanya sudah hampir rampung.

Pelaksanaan program-program ini, selain ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui perbaikan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur dasar perdesaan, juga untuk mendukung percepatan pencapaian tujuan pembangunan.

Ibas menjelaskan, program pembangunan infrastruktur perdesaan merupakan program sektoral pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk mengurangi pertumbuhan kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin pedesaan.

“Dalam penyelenggaraan pembangunan bidang infrastruktur di daerah diharapkan tidak terjebak pada sikap dan perilaku yang berorientasi pada kewenangan dan kepentingan individu, golongan dan daerah tanpa melihat segala sesuatu dari sudut kepentingan nasional, disinilah arti penting dari kesadaran, dan kematangan serta kapasitas dalam mengelola sebuah program,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ibas menambahkan, kegiatan pembangunan infrastruktur perdesaan merupakan bagian dari perencanaan desa yang disusun oleh masyarakat sehingga diharapkan dapat menciptakan sinkronisasi dan keterpaduan.

“Semua wajib berusaha menyelesaikan segala permasalahan bidang infrastruktur yang ada di tengah-tengah masyarakat dengan penuh bijaksana, kesabaran dan semangat pengabdian yang tulus. Oleh karena itu, sekali lagi ditekankan akan betapa pentingnya arti dari keterpaduan program pembangunan di daerah,” pungkas ayah dari Airlangga dan Sakti ini. (RAPP002)