Upacara Adat Ceprotan Donorojo 2015 Berlangsung Gayeng

oleh -131.539 views
Upacara Adat Ceprotan yang berlangsung di Donorojo, Senin kemarin. (Foto: Awik Baidawi/FB)
Upacara Adat Ceprotan yang berlangsung di Donorojo, Senin kemarin. (Foto: Awik Baidawi/FB)
Upacara Adat Ceprotan yang berlangsung di Donorojo, Senin kemarin. (Foto: Awik Baidawi/FB)
Upacara Adat Ceprotan yang berlangsung di Donorojo, Senin kemarin. (Foto: Awik Baidawi/FB)

Pacitanku.com, DONOROJO—Upacara adat ceprotan yang digelar setiap tahun kembali digelar Senin (24/8/2015) berlangsung sangat meriah. Upacara adat khas desa Sekar, Kecamatan Donorojo ini yang digelar mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB dengan agenda utama upacara adat ceprotan berlangsung cukup menghibur ratusan warga yang berdatangan di Lapangan Dewi Sekartaji, Sekar, Donorojo.

Pada edisi tahun ini, ada tambahan hiburan yakni kothekan lesung yang diperagakan oleh ibu-ibu Donorojo. Agenda inti Ceprotan kemudian dianjutkan dengan saling lempar ratusan bluluk (kelapa muda) yang berterbangan menghias angkasa desa sekar tersebut.

Upacara adat Ceprotan ini dimulai dengan pengarakan kelapa muda yang digunakan sebagai alat “ceprotan” menuju tempat dilaksanakannya upacara yang biasanya berupa tanah lapang. Kelapa-kelapa ini ditempatkan pada keranjang bambu dengan anyaman yang jarang-jarang dan dibawa oleh pemuda setempat.

Rangkaian seremoni sakral Ceprotan, dimulai dari pengumpulan ayam dari beberapa warga. Upacaradipimpin oleh kepala desa dan melibatkan kepala dusun. Puncak acara Ceprotan berlangsung pada sore hari dimana matahari mulai terbenam, diawali dengan tarian surup atau “Terbenamnya Matahari” kemudian juru kunci membacakan doa, serta lurah desa merepresentasikan diri sebagai perwujudan Ki Godeg, sedangkan Istrinya sebagai Dewi Sekartaji.

Sebelum acara dimulai, ketua adat membacakan doa-doa. Upacara dilanjutkan dengan ditampilkannya sendratari yang menceritakan antara pertemuan antara Ki Godeg dengan Dewi Sekartaji. Kemudian pemuda-pemuda ini dibagi menjadi dua kubu yang ditempatkan secara berseberangan.

Keranjang berisi kelapa muda yang telah dikuliti dan direndam selama beberapa hari agar tempurungnya melunak, diletakkan di depan masing-masing anggota kubu yang telah berjajar dengan posisi menghadap ke arah kubu lawan. Antar kedua kubu ini diberi jarak beberapa meter sehingga mereka tidak berhadapan secara langsung dan di antara mereka diletakkan sebuah ingkung atau ayam utuh yang dipanggang. Para pemuda yang saling melempar tersebut mengarahkan bluluk itu ke gubuk sesajen yang ada ditengah lapangan.

Berdasarkan pantauan, gelaran Upacara Ceprotan tahun ini cukup aman dan terkendali.  Penonton pun memadati kompleks lapangan dan melihat tahap demi tahap jalannya upacara adat yang terinspirasi dari perjalanan KI Godeg dan Dewi Sekartaji ini. (RAPP002)