Terkait Wacana Barter Politik, PDIP Pacitan: Tak Ada Itu, Kami Petarung dan Tak Main-main

oleh -10549 views
Ilutrasi surat suara Pilkada

pilkadaPacitanku.com, PACITAN – Meski Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Seokarwo menyatakan membuka wacana barter politik dengan PDI Perjuangan, namun hal itu dibantah oleh pihak PDI Perjuangan. DPC PDIP Kabupaten Pacitan membantah isu barter dengan Partai Demokrat untuk memuluskan pasangan calon (paslon) tunggal dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Namun demikian, meski membantah, PDIP ternyata sudah menggalang koalisi untuk memenangkan bacabup-bacawabup, Suyatno- Budi Effendi Wirawan. Hal ini akan memuluskan calon incumbent Pacitan, yakni Indartato- Yudi Sumogo (InDigo).

”Kalau PDI Perjuangan sudah pasti. Kami sudah mendapatkan rekom (sebagai syarat pencalonan). Tapi kan PDI Perjuangan tidak bisa mengusung sendiri (karena hanya memiliki 6 kursi, syarat mengusung adalah 8 kursi legislatif). Semua kawan-kawan di koalisi sedang berupaya mendapatkan rekom itu,” ungkap pengurus DPC PDI Perjuangan Pacitan, Ardiyanto, Kamis (30/7/2015) malam WIB, dilansir dari Sindonews.com.

Ardiyanto menegaskan, hal itu tidak mungkin terjadi di Pacitan. Menurutnya, PDI Perjuangan merupakan pertarung yang tidak akan mungkin bermain-main dalam pilkada.

”Dari awal kami berpolitik adalah agar demokrasi di Pacitan ini jalan. Kalau di sana ada yang main-main, kami tidak mau. Ini soal harga diri. Kami tidak mau ditawar-tawar kayak gitu . Kalau sampai ada kawan-kawan (koalisi) yang terlibat itu (barter), ya kita lebih baik tidak jalan. Sekali lagi ini soal harga diri. PDI Perjuangan itu kalah menang ya bertarunglah. Waktu Pak SBY masih berkuasa saja kami berani tarung kok ,” ujarnya.

Saat ini kawan-kawan di Koalisi Pacitan Bersatu (KPB) sudah mengantongi rekomendasi untuk paslon yang akan diusung namun ada pula sedang berproses mendapatkan rekomendasi itu.

”Kami ajak semua pihak bersikap seperti negarawanlah, jangan dipakai mainmain. Menurut saya untuk bertarung itu tinggal bagaimana caranya memainkan. Lawan kita ini bukan malaikat. Kalau semua kompak, saling memahami, merapat sungguh-sungguh, pasti mudah saja mengalahkan lawan,” paparnya.

Soal kepastian mendaftarkan paslon pada waktu perpanjangan, Ardiyanto menyatakan, pihak KPB masih terus berupaya. Salah satunya mendorong komunikasi ada rekomendasi dari parpol lain untuk paslon yang akan diusung.” Termasuk untuk Partai Golkar yang ada dualisme kepengurusan kita dorong,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, KPB berencana akan mengajukan pasangan calon Suyatno-Effendi Budi Wirawan untuk bertarung melawan Indartato-Yudi Sumbogo. Suyatno adalah seorang pensiunan PNS yang menjadi legislator dari PDI Perjuangan, sedangkan Budi Effendi Wirawan adalah kader dari Partai Golkar.

Saat ini baru satu paslon yang maju dalam pilkada di Pacitan, yaitu pasangan petahana Indartato-Yudi Sumogo (In- Digo) yang diusung Partai Demokrat dengan 14 kursi.  InDigo juga didukung PKS (1 kursi), Partai NasDem (3 kursi), dan PPP (2 kursi).

Sementara, saat ini PDIP telah berkoalisi dengan empat parpol lain, yaitu Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Gerindra, dan PAN. Totalnya gabungan parpol yang menyebut diri Koalisi Pacitan Baru (KPB) ini memilik 20 kursi legislatif. Rinciannya PDI Perjuangan 6 kursi, Partai Golkar 7 kursi, Partai Hanura 3 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, dan PAN 2 kursi.

Terkait polemik paslon dan isu barter politik ini, Ketua Bapilu PDIP, Bambang Dwi Hartono enggan mengomentari barter antara PDIP dengan Demokrat di Pilkada Pacitan dan Surabaya. ”Soal isu, saya enggan mengomentari karena isu. Tapi saya sudah mengingatkan PDIP Surabaya untuk mengantisipasi calon tunggal,” kata pria yang berasal dari Tegalombo, Pacitan ini. (RAPP002)