Semua Desa di Ponorogo Diharapkan Memiliki Grup Reog

oleh -1.085 views
Reog Ponorogo (Foto : Budaya Indonesia)
Reog Ponorogo (Foto : Budaya Indonesia)
Reog Ponorogo (Foto : Budaya Indonesia)
Reog Ponorogo (Foto : Budaya Indonesia)

Pacitanku.com, PONOROGO – Sebagai tempat asal seni tradisional Reog Ponorogo, semua desa di Kabupaten Ponorogo diharapkan memiliki grup Reog. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo, Sukirno.

Menurut Sukirno, dari 300-an desa di Ponorogo, sudah lebih banyak yang memiliki grup reog dan diharapkan semua desa segera memiliki grup. Untuk itu, pihaknya terus mendorong dan mendukung upaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo untuk mewujudkan semua desa dan kelurahan di daerah itu masing-masing memiliki grup kesenian reog.

Suirno mengaku kehidupan reog di daerahnya sangat bagus karena sejak dini, anak-anak sekolah sudah dikenalkan. Disbudparpora mendukung sekolah-sekolah yang kini mengadakan ekstra kurikuler seni reog.

“Biasanya di sekolah, anak-anak itu ada yang memilih seni jathilannya atau karawitannya. Tergantung masing-masing dan itu sangat membantu upaya pelestarian reog di Ponorogo. Apalagi pemerintah daerah juga memberikan bantuan, termasuk untuk grup di desa-desa,” kata Sukirno di Ponorogo, baru-baru ini.

Selain itu, ada faktor lain yang bisa lebih mmepopulerkan reog, yakni semangat anak muda di Ponorogo yang luar biasa dalam upaya melestarikan reog. Mereka memiliki kebanggaan yang tinggi atas kesenian yang salah satu pemainnya menggunakan asesoris gabungan wajah harimau dengan hiasan bulu burung merak di bagian atasnya itu. “Kesadaran masyarakat untuk melestarikan reog juga sangat tinggi, apalagi setelah adanya festival yang rutin digelar setiap tahun. Itu juga sangat mendukung,” katanya.

Sebagaimana diketahui, ada dua kegiatan besar terkait pelestarian reog itu, yakni Festival Reog Mini saat HUT Ponorogo dan Festival Reog saat bertepatan bulan Syuro setiap tahun. Selain itu, minat grup dari luar Ponorogo untuk mengikuti festival itu sangat tinggi, sehingga pihaknya mengurangi peserta dari masing-masing kecamatan di daerah itu. (RAPP002/Antara)