Peristiwa Curat dan Gendam Warnai Ramadhan di Pacitan Sepekan Terakhir

oleh -Dibaca 1.101 kali
Ilustrasi pencurian
Ilustrasi pencurian
Ilustrasi pencurian
Ilustrasi pencurian

Pacitanku.com, PACITAN – Aksi kejahatan berupa pencurian dan hipnotis atau gendam mewarnai bulan Ramadhan di Pacitan sejak sepakan terkahir, hingga Jumat (26/6/2015). Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya tiga peristiwa kejahatan terjadi dalam kurun waktu sepekan terakhir, yang terdiri dari dua peristiwa pencurian dengan pemberatan (curat) dan aksi gendam bermodus tanya alamat.

Pada Kamis (18/6/2015) lalu, peristiwa pencurian terjadi dan menimpa korban atas nama Joko Purwanto, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di warga RT 02/RW 01 lingkungan Krajan, Kelurahan Pacitan, atau di kompleks perumahan yang berlokasi dibelakang Masjid Agung Darul Salam.

Akibat pencurian tersebut, satu unit sepeda motor Honda Supra X milik Joko digondol maling. Selain mencuri sepeda motor, pelaku yang diprediksi lebih dari satu orang tersebut , mengambil dompet miliknya yang berisikan uang tunai sekitar Rp 700 ribu, Surat Izin Mengemudi (SIM), Karti Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Asuransi Kesehatan (Askes).

Menurut pengakuan Joko, pencurian dirumahnya tersebut terjadi saat dirinya sholat tarawih ke masjid, kamis malam pukul 19.00 WIB. Usai sholat tarawih, Joko dan istrinya tetap mengikuti jamaah sholat tarawih. Namun, di rokaat ke delapan, Joko berkeinginan pulang dan melanjutkan sholat di rumah.

“Kalau di Masjid Agung, sholat tarawihnya sampai 23 rakaat. Tapi saat malam kejadian itu, saya hanya sampai di rakaat delapan. Setelah itu pulang dan berencana melanjutkan sholat witir di rumah,” ungkapnya kepada wartawan.

Akan tetapi betapa terkejutnya Joko  mendapati garasi terbuka dan sepeda motor Honda Supra X Nopol AE 3496 YX hilang. Saat itu juga Joko bersama Kasanah, istrinya, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres setempat, dan hingga kini, kasus tersebut tengah ditangani jajaran Satreskrim Polres Pacitan.

Sepekan berlalu, kawanan pencuri juga beraksi di rumah kediaman Suparlan, warga Desa Sumberharjo, Kamis (25/6/2015) sekitar pukul pukul 19.00 WIB.  Akibat peristiwa tersebut, satu unit motor Yamaha Vixion, Nopol AE 4415 YB, beserta helemnya, hilang digondol maling.

Seperti kasus pertama, aksi pencurian kali ini dilakukan saat korban melaksanakan ibadah Sholat Tarawih. Menurut penuturan Suparlan, saat itu rumah tempat tinggalnya memang lupa tidak dikunci sehingga membuat pencuri leluasa mengobrak abrik rumahnya. Selain menggasak sepeda Vixion, pencuri juga berhasil membawa kabur sebuah dompet yang berisikan STNK motor dan uang tunai sebanyak Rp 200 ribu.

Gendam bermodus tanya alamat

Belum genap sepekan, aksi kejahatan dengan trik berbeda kembali terjadi di wilayah Pacitan, yakni gendam bermodus tanya alamat yang di alami Sukatmi, warga  Dusun Kebon Desa Sedeng. Saat itu, Selasa (23/6/2015), Sukatmi hendak pergi ke Bank BRI untuk menyetorkan angsuran dan menabungkan  hasil dagangannya, namun di tengah jalan sebuah mobil jenis advanza menghentikan motor yang di tumpangi Sukatmi.

Menurut penuturn Suyatno, suami korban, saat itu, sekitar pukul 10.25 Wib,  Sukatmi mau pergi ke Bank BRI untuk menyetorkan hasil dagangannya,  lantas ada sebuah mobil jenis advanza warna silver menghentikan laju motor yang di tumpangi istri saya, tepatnya di depan pondok pesantren Sundeng Bangunsari.

“Lalu seorang menghampiri dan bertanya ke istri saya, mbak arah ke pantai srau itu mana ya , istri saya ya mengarahkan, namun tak lama pelaku gendam melihat dompet yang di bawa istri saya,’’ jelasnya

Kemudian, menurut Suyatno, pelaku bertanya kepada Sukatmu dan diberitahu bahwa yang dibawa adalah dompet.

“Lantas ditepuk pundak istri saya sambil meminta  dompet, tanpa sadar istri saya memberikan kepada pelaku. Usai mengambil uang dalam dompet itu, pelaku langsung menyuruh pulang kembali istri saya. Tanpa sadar istri saya balik pulang, setelah di tengah perjalanan istri saya sadar dan melihat uang dalam  dompet yang sejumlah kira-kira Rp 15 juta sudah tak ada, seketika itu istri saya langsung lemas dan menangis di pinggir jalan,’’ jelasnya.

Berbagai kasus kejahatan tersebut membuat masyarakat Pacitan untuk meningkatkan kewaspadaannya. (RAPP002/yun/bc)