Uniknya Tari Topeng Sumur Gedhe Ngadirojo, Penggambaran Budaya Tawang

oleh -Dibaca 1.436 kali
Tari Topeng Sumur Gedhe. (Foto: Sanggar Edi Peni)
Tari Topeng Sumur Gedhe. (Foto: Sanggar Edi Peni)
Tari Topeng Sumur Gedhe. (Foto: Sanggar Edi Peni)
Tari Topeng Sumur Gedhe. (Foto: Sanggar Edi Peni)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Kabupaten Pacitan seakan ditakdirkan menghadirkan putra daerah yang kreatif dan inovatif untuk memadukan budaya dan kesenian dan menjadikan harmoni yang indah. Salah satu buktinya adalah banyaknya seniman dan budayawan yang terus produktif menghasilkan seni budaya daerah, salah satunya Ngadirojo.

Ngadirojo yang merupakan salah satu kecamatan di Pacitan ini juga merupakan gudang para seniman yang terus produktif menghasilkan seni budaya daerah. Salah satu seni budaya yang dihasilkan adalah tari yang digarap oleh sanggar Edi Peni, garapan duo suami istri Edi Suwito dan Adi Peni.

Setelah menciptakan beberapa tarian, seperti Senjaya Rangin, Klontong Jengglur dan Jangkrik Genggong, yang terbaru, Adi Peni dan Edi Suwito membuat dua tari, yakni Topeng Sumur Gedhe dan Genggongan Mangslup. Untuk Genggongan Mangslup bahkan sudah tampil dalam Festival Karya Tari Jatim, baru-baru ini.

Sementara, Tari Topeng Sumur Gedhe beberapa waktu lalu juga sukses dibawakan oleh para penari dari SMPN 3 Ngadirojo dan sukses meraih juara II Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMP Kabupaten Pacitan beberapa waktu lalu.

Sebagaimana dilansir dari blog sanggar Edi Peni, Tari Topeng Sumur Gedhe berkisah dari sejarah di Daerah Dukuh Tawang, Desa Sidomulyo. Daerah Tawang, Desa Sidomulyo,Kecamatan Ngadirojo,Kab Pacitan merupakan daerah pesisir pantai selatan dimana di daerah itu masih banyak penguasa sumber air yang berwujud makhluk halus ,yang  masih dipercaya keberadaannya oleh masyarakat setempat.

Adapun, nama-nama penguasa sumber air itu adalah Rogo Bahu penguasa Glandang Plawangan, Wonocaki penguasa Teren, Gadhung Mlathi penguasa Sumur Gedhe,Mangku Negara  penguasa Sumur Pinggir.

Menurut kisahnya, para penguasa ini akan merasa nyaman bila tiap selasa kliwon bulan Longkang/ selo diadakan Upacara adat berupa bersih desa dengan puncak acaranya tayuban.

Dalam Upacara adat ini juga disertai perlengkapan sesaji yang aneh-aneh, dan syarat ini harus lengkap seperti,Bothok Ikan Pajung (Kakap Merah),Krawon Daun Kemaduh,Sambel Tlethong Jaran (Kotoran Kuda). Sehingga dalam performancenya, Tari Topeng Sumur Gedhe mencoba menggambarkan sosok Gadhung Mathi yang cantik, centil dan energik

Diangkat dari kisah tersebut Tari Topeng Sumur Gedhe ini sukses meraih juara II FLS2N Kabupaten. Tari ini digarap langsung oleh Penata TariEdi Suwito,  Penata Musik M. Kasim, Penata Busana  Adi Peni,  Pelatih teknis Ria Mafilindasari, dan penari siswi SMP Negeri 3 Ngadirojo. (Priyambodo/Edipeni/RAPP002)