Tanah Dibeli Rp 9 Ribu, Alasan Warga Tolak Ganti Rugi Waduk Tukul

oleh -101.384 views
Area pembangunan Waduk Tukul. (Foto: Budi Setiawan/FB)
Area pembangunan Waduk Tukul. (Foto: Budi Setiawan/FB)
Area pembangunan Waduk Tukul. (Foto: Budi Setiawan/FB)
Area pembangunan Waduk Tukul. (Foto: Budi Setiawan/FB)

Pacitanku.com, ARJOSARI – Polemik pembebasan lahan proyek pembangunan waduk Tukul yang terletak di Dusun Tukul, Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari hingga kini belum usai. Setelah tim appraisal bertemu dengan warga pada 11 Mei lalu, hingga kini kelanjutan pembangunan waduk terbesar di Pacitan tersebut masih mengambang.

Menurut penuturan Jumikan, tokoh masyarakat setempat yang juga mantan kepala desa, sebenarnya warga sudah sepakat dengan pembangunan waduk tukul itu, namun yang masih dipersoalkan adalah harga yang diberikan tim appraisal sangat murah dan jauh dari kesepakatan warga semula.

“Pada awal Desember 2012, kami mengumpulkan warga terkait rencana (pembangunan waduk-red) tersebut, dan warga setuju, namun ada permintaan dari warga jangan dirugikan, akhirnya waktu itu ada kesepakatan dari warga untuk ganti ruginya adalah untuk tanah pekarangan Rp 350  ribu per m2, tanah sawah Rp 300 ribu per m2 dan tanah ladang Rp 250 ribu per m2,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Namun demikian, pada saat tim appraisal mengumpulkan warga tiga tahun kemudian, atau tepatnya senin 11 Mei 2015, ternyata harga tersebut jau dari perkiraan awal. “Tim appraisal ada yang menghargai per meter Rp 9 ribu, Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu per meter. Dengan uang Rp 9 ribu itu mau hidup dengan apa, masyarakat kan mayoritas petani, jika dihargai sedemikian murah, terus masa depan mereka (masyarakat-red) bagaimana,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pasca diresmikan pembangunannya oleh Menteri Pekerjaan Umum kala itu, Djoko Kirmanto, Surat Perintah Kerja (SPK) Proyek Waduk Tukul bernilai 600 Milyar itu telah ditekan pada akhir tahun 2013 lalu, namun, karena tak segera bertindak hingga kini prosesnya belum juga tuntas. Dan bahkan untuk masalah pembebasan yang ditarget pekan ini selesai belum juga menemukan hasil. (JTV/RAPP002)