Bupati Resmikan Pembangunan Jembatan Dembo Ngadirojo

oleh -Dibaca 1.454 kali
Bupati Pacitan memberikan sambtuan saat meresmikan jembatan Dembo, Ngadirojo. (Foto: Widy SUmardji)
Bupati Pacitan memberikan sambtuan saat meresmikan jembatan Dembo, Ngadirojo. (Foto: Widy SUmardji)
Bupati Pacitan memberikan sambtuan saat meresmikan jembatan Dembo, Ngadirojo. (Foto: Widy SUmardji)
Bupati Pacitan memberikan sambtuan saat meresmikan jembatan Dembo, Ngadirojo. (Foto: Widy SUmardji)

Pacitanku.com, NGADIROJO – Setelah berkali-kali ambrol dan rusak akibat diterjang banjir, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pacitan akhirnya memulai proyek pembangunan jembatan Dembo, Senin (18/5/2015) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan terpanjang di Kabupaten Pacitan tersebut langsung diresmikan oleh Bupati Pacitan, Drs H. Indartato, MM. “Pembangunan Jembatan berguna untuk menghubungkan antar wilayah guna mengembangkan sektor pemerataan pembangunan, peningkatan akses pendidikan, kesehatan dan perekonomian,” kata Indartato saat memberikan sambutan dalam persemian jembatan Dembo ini.

Pembangunan jembatan Dembo ini dikerjakan oleh Dinas Bina Marga dan Pengariran Pemkab Pacitan dengan total anggaran Rp 1,9 milyar dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pacitan. 

Jembatan yang memiliki panjang 250 meter dan lebar 3,5 meter ini nantinya akan menghubungkan beberapa wilayah di Ngadirojo wilayah timur dan Ngadirojo wilayah barat sungai, diantaranya diantaranya Dembo Lor, Dembo Kidul, Bogoharjo, Nglegok, Nawanga dan Dadapan di Kecamatan Ngadirojo.

Sebelum jembatan ini resmi menjadi proyek infrastuktur Pacitan pada tahun ini, jembatan ini sering mengalami kerusakan akibat diterjang banjir sungai Lorok. Jembatan yang dibangun tahun 1970 itu dua kali ambruk setelah tak kuat menahan hantaman arus sungai Lorok yang membawa material kekayuan dan lumpur saat terjadi banjir.

Setidaknya, dalam dua tahun ini terjadi dua peristiwa banjir yang menyebabkan transportasi masyarakat setempat terputus, yakni pada tahun 2013 dan 2014. Akibat jembatan putus tersebut, akses menuju dua pedukuhan di Ngadirojo pun tersendat. Warga Dusun Dembo Kidul yang terdampak putusnya jembatan gantung Sungai Lorok terpaksa menggunakan jalur alternatif mengitari beberapa dusun yang berjarak lebih dari tiga kilometer.

Sebelum dibangun jembatan baru yang diresmikan hari ini, Dinas Marga dan Pengairan berencana melakukan penyodetan sungai Lorok, namun rencana ini ditolak warga setempat  karena mencaplok lahan milik warga. Kemudian, untuk mengantisipasi banjir, warga setempat sempat membuat jembatan darurat yang terbuat dari bambu, hingga akhirnya Pemkab meresmikan pembangunan jembatan Dembo ini untuk beberapa waktu kedepan. (RAPP002)