Pengembangan Kakao Mulai Dilirik untuk Komoditi Masyarakat Pacitan

oleh -Dibaca 3.276 kali
Kebun Kakao. (Foto : Mongabay)
Kebun Kakao. (Foto : Mongabay)

 

Kebun Kakao. (Foto : Mongabay)
Kebun Kakao. (Foto : Mongabay)

Pacitanku.com, PACITAN—Pengembangan perkebunan jenis Kakao kini menjadi salah satu target dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan dalam rangka mewujudkan Pacitan Seger Tanpo AC yang dicanangkan Bupati Pacitan, Indartato beberapa waktu lalu.

Melalui Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dishutbun) Kabupaten Pacitan, pengembangan kakao dalam bentuk intensifikasi ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani kakao di Kabupaten Pacitan.

”Petani kakao dikembangkan guna meningkatkan kembali perekonomian masyarakat dan produktivitas kakao di Jatim, maka sejak tahun 2012 masih terus dilaksanakan kegiatan pengembangan sampai 2015, khususnya di  Pacitan, dalam bentuk rehabilitasi dan intensifikasi kakao,” kata Kepala Dishutbun, Ir. Bambang Supriyoko, MP baru – baru ini, dikutip dari jejakkasus.com.

Sebelumnya, dengan tujuan peningkatan produktivitas kakao, Pemprov Jatim mulai tahun 2006 dilaksanakan pengembangan dan intensifikasi. Realisasinya adalah terbangunnya kebun seluas 3.000 Ha terbagi atas Kabupaten Ngawi 200 Ha, Madiun 350 Ha, Tulungagung 200 Ha, Pacitan 400 Ha, Kediri 300 Ha, Trenggalek 350 Ha, Jombang 250 Ha, Blitar 250 Ha, Malang, 200 Ha, Magetan 250 Ha, dan Banyuwangi 250 Ha.

Di Jatim, produksi kakao kering tahun 2013 sekitar 32 ribu ton. Sementara tahun 2014 naik menjadi 35 ribu ton. Sedangkan luas areal sampai tahun 2019 ditargetkan menjadi 100 ribu hektar, yang merupakan kebun kakao milik masyarakat.

Keberadaan JLS di Pacitan juga menjadi salah satu faktor mengapa kakao dianggap potensial dikembangkan di Pacitan. sementara permintaan kopi dan kakao, baik di pasar domestik maupun internasional, selalu meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Kopi dan kakao ini masih prospek dan stabil pada masa mendatang.

Indonesia, saat ini juga dikenal sebagai salah satu produsen utama dunia untuk biji kopi dan kakao. Kebun kopi dan kakao di Jawa Timur, lanjut dia, termasuk salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam memenuhi suplai bahan baku biji kopi dan kakao bagi industri. (JK/RAPP002)