Selain Molor, Proyek JLS Pacitan-Banyuwangi Berpotensi Alami Pembengkakan 30 Trilyun

oleh -Dibaca 1.051 kali
JLS Pacitan. (Dok.Pacitanku)
JLS Pacitan. (Dok.Pacitanku)
JLS Pacitan dekat Laut Taman
JLS Pacitan dekat Laut Taman

Pacitanku.com, LUMAJANG—Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan delapan daerah, diantaranya Kabupaten Pacitan hingga Banyuwangi, sampai sekarang tidak banyak kemajuan penyelesaiannnya, atau dapat dikatakan molor.

Bahkan, JLS yang dibangun sejak 2002 dan diprediksi menghabiskan anggaran Rp 7,5 triliun menghubungkan Banyuwangi hingga Pacitan itu belum mampu menyelesaikan 50 persennya. Padahal targetnya tuntas pada tahun 2014 ini. Sehingga dengan kondisi itu diprediksi menyimpan risiko pembengkakan anggaran hingga Rp 30 triliun.

Kepala Bappekab Kabupaten Lumajang, Indah Amperawati Masdar kepada Sentral FM Lumajangmengatakan bahwa target JLS bisa tuntas dikerjakan Tahun 2014 ini, tidak mungkin bisa diwujudkan. Karena permasalahnya tidak hanya di daerah, seperti Lumajang saja.

“Semuanya harus dikoordinasikan, delapan daerah yang rutenya disambung-sambung mulai Pacitan hingga Banyuwangi. Kalau kewajiban Lumajang selesai, bagaimana dengan daerah lainnya. Begitu pula dengan penganggaran pembangunan di Provinsi Jatim maupun Pusat. Ini yang menjadi kendala,” kata Indah, dilansir dari Suarasurabaya.net, Senin (17/11/2014).

Indah menyampaikan bahwa kegiatan pengerasan, pengaspalan, pembangunan jembatan dan infrastruktur lainnya merupakan jadi kewajiban Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat.  

Masih kata Indah, lahan untuk rute JLS ini telah selesai sejak beberapa tahun terakhir. Meski, sebelumnya terdapat kendala di sana-sini. Lantaran lahan yang diterabas melalui wilayah hutan dibawah pemangkuan Perhutani.

“Setelah dikoordinasikan, kita siapkan anggaran untuk pergantian lahan maupun pohon yang dipotong, semuanya selesai. Lahan jalan sudah siap untuk ditindaklanjuti dengan finalisasi dan finishing hingga siap dilalui,” pungkasnya.

Kendala utama dari proyek ini adalah anggaran dari pemerintah pusat yang selalu tidak sesuai target anggaran yang harus dipenuhi setiap tahun. Pemerintah pusat dinilai tidak serius untuk menuntaskan proyek tersebut, dan memberikan beban pemerintah Jawa Timur atas berbagai persoalan yang muncul sebagai side effect dari proyek tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jatim, Soekarwo mengatakan bahwa mulai 2015 hingga tiga tahun ke depan akan mengalokasikan anggaran Rp 500 miliar setiap tahunnya untuk menuntaskan pembangunan JLS, yang di Jatim membentang mulai Pacitan hingga Banyuwangi. Sehingga total Pemprov akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun.

“Dengan anggaran APBD Rp 1,5 triliun tersebut, dalam tiga tahun ke depan JLS akan nyambung hingga wilayah Malang, dengan lebar jalan tujuh meter,” tegasnya, belum lama ini.

Sedangkan sisa anggaran yang Rp 3,6 triliun diharapkan ditanggung oleh dana APBN. Jika Jokowi-JK peduli dengan proyek JLS, Pakde Karwo yakin proyek prestisius yang menghubungkan wilayah di sepanjang pesisir selatan Jawa, mulai dari Cilacap Jawa Barat hingga Banyuwangi Jatim tersebut akan rampung selama lima tahun pemerintah Jokowi-JK.“Ka lau tahun 2018 selesai, tahun berikutnya bisa diresmikan,” imbuh Pakde Karwo.

Proyek JLS memang dimaksudkan sebagai infrastuktur jalan dan aset penunjang pergerakan perekonomian di Jatim. Proyek JLS diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian Jatim di wilayah selatan. (RAPP002)

Proyek JLS memang dimaksudkan sebagai infrastuktur jalan dan aset penunjang pergerakan perekonomian di Jatim. Proyek JLS diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian Jatim di wilayah selatan. (RAPP002)