Fenomena Gerhana Bulan Total Bloodmoon, Sebagian Warga Pacitan Bunyikan Kentongan

oleh -131.238 views
Fenomena Bloodmoon di Pacitan (Foto : Arif Sasono)
Fenomena Bloodmoon di Pacitan (Foto : Arif Sasono)
Fenomena Bloodmoon di Pacitan (Foto : Arif Sasono)
Fenomena Bloodmoon di Pacitan (Foto : Arif Sasono)

Pacitanku.com, TEGALOMBO—Fenomena alam Gerhana Bulan Total atau lebih dikenal dengan Bloodmoon sore ini kembali menghiasi langit. Rabu (8/10/2014) sekitar pukul 17.25 WIB – 18.24 WIB, fenomena bulan merah darah ini terjadi. Seluruh wilayah di Indonesia bisa menyaksikannya. Keunikan gerhana bulan total adalah warnanya yang akan berubah menjadi merah darah (blood moon) kala bayangan bumi menutupi secara penuh permukaan bulan.

Di Pacitan, fenomena bloodmoon ini membuat sebagian warga, terutama di beberapa pelosok Pacitan membunyikan kentongan bersahut – sahutan. “Terdengar kentongan bersahut sahutan. Sudah tidak terdengar berpuluh tahun, malam ini terdengar kentongan menyambut adanya gerhana bulan. Buta ngemplak bulan,” kata Isnandir, salah satu warga Tegalombo, dalam akun facebooknya.

Memang, kepercayaan masyarakat zaman dahulu, terjadinya gerhana bulan maupun gerhana matahari mempunyai mitos bahwa bulan dimakan oleh raksasa (buta). Namun demikian, secara ilmiah, gerhana bulan merah tersebut terjadi terjadi akibat pantulan cahaya purnama dari bulan terhalang oleh bayangan bumi.

Proses awal gerhana bulan sampai akhir ini bisa diamati secara utuh oleh masyarakat di kawasan Timur Indonesia. Pasalnya, rentetan terjadinya bermula pada pukul 18.15 WIT atau 16.15 WIB. Masyarakat di bagian waktu Indonesia Tengah dan Barat masih berkesempatan untuk melihat gerhana bulan total yang terjadi pada pukul 17.25 WIB – 18.24 WIB atau 18.24 – 19.34 WITA.

Gerhana matahari dan bulan dapat terjadi setiap tahunnya. Gerhana bulan kejadiannya tidak terlalu sering dibandingkan dengan gerhana matahari. Tahun ini dan 2015 mendatang, total ada empat kali gerhana bulan total yang menghasilkan warna bulan kemerahan. Tanggal kejadiannya adalah 15 April 2014, 8 Oktober 2014, 4 April 2015, dan 28 September 2015. Ini termasuk langka karena ada empat kali gerhana bulan total dalam dua tahun. (DP-PP001)