Dindik Pacitan Ancam Sanksi Bagi Sekolah yang Buka Jalur Pendaftaran Melebihi Pagu

oleh -1.027 views
SMK 1 Pacitan yang menjadi sekolah favorit siswa Pacitan. (Foto : T4nya)
SMK 1 Pacitan yang menjadi sekolah favorit siswa Pacitan. (foto: Istimewa)
SMK 1 Pacitan yang menjadi sekolah favorit siswa Pacitan. (Foto : T4nya)
SMK 1 Pacitan yang menjadi sekolah favorit siswa Pacitan. (Foto : T4nya)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pacitan, Suwondo menyatakan akan memberikan sanksi bagi sekolah – sekolah di Pacitan yang membuka jalur pendaftarannya melebihi pagu yang sudah ditetapkan. Dia menyakini bakal ada sanksi tegas bagi sekolah yang melanggar aturan tersebut.

Ancaman tersebut ditengarai akibat hasil evaluasi program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) 2-17 Juni lalu, banyak peserta didik baru dari wilayah pinggiran Pacitan berbondong-bondong mendaftarkan diri ke sekolah favorit di kawasan kota Pacitan. Penyebabnya, karena para siswa masih menganggap sekolah-sekolah di kawasan kota lebih favorit ketimbang di pinggiran.

Akibatnya, beberapa sekolah di kawasan kota nekat membuka jalur pendaftaran melebihi pagu yang sudah ditetapkan. ‘’Ya, ini biasanya dilakukan oleh sekolah-sekolah favorit. Tahun lalu, SMK 1 dan SMK 2 yang melakukukannya. Nanti lah saya akan melakukan pemantauan,’’ ujarnya seperti dilansir dari radarmadiun.info, Selasa (1/7/2014).

Suwondo menegaskan, pihaknya tak akan memberi ampun bagi sekolah yang hanya berorientasi mendapatkan keuntungan semata dibandingkan meningkatkan mutu kualitas pendidikan. ‘’Jangan khawatirkan sanksinya bagi sekolah yang menerima siswa baru melebihi pagu yang sudah ditetapkan. Pasti ada nanti itu (sanksi),’’ tegasnya.

Dirinya tidak menginginkan adanya kesenjangan dalam hal jumlah pendaftar di masing-masing sekolah, seperti PPDB sejak dua tahun terakhir. Saat itu, Dinas Pendidikan menemukan sejumlah sekolah yang kelebihan jumlah pendaftar. Namun di sisi lain pihaknya juga mendapati adanya sejumlah sekolah negeri yang justru kekurangan siswa.

‘’Supaya ada pemerataan, kami keluarkan suatu kebijakan untuk dilakukan seleksi. Dan, siswa yang tidak diterima di satu sekolah yang kelebihan pagu bisa mendaftar ke sekolah yang kekurangan siswa,’’ jelasnya.

Redaktur : Robby Agustav