Studi Investasi Industri Pacitan, dari batik sampai terasi

oleh
Batik Tulis Pacitan
Batik Tulis Pacitan

masDwi,Pacitan— Studi industri di Pacitan ini sengaja penulis tulis dalam satu sub-bab khusus karena melihat peluang yang bisa didapatkan dalam konteks memajukan pembangunan Pacitan cukup tinggi. Oleh karenanya perlu adanya diskursus tentang investasi industri Pacitan. Dan merujuk kepada konteks industrustri sebagai sarana akselerasi pembangunan, kita melihat bahwa pembangunan industri mempunyai peranan yang sangat strategis karena dapat membawa perubahan mendasar dalam struktur perekonomian di Indonesia.

Dalam pemahaman kita yang umum tantang industri, bahwa pemberdayaan aspek industri ini menjadi penting mengingat bahwa mesin pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terletak pada peningkatan produktivitas sektor industri. Kalau dulu zaman orde baru kita akan sangat faham yang namanya  repelita, akan tetapi hal tersebut tak bisa menjadi satu patokan. Repelita memang suatu konsep yang bagus dan sangat sistematis. Akan tetapi, sayangnya warisan bagus itu tidak dilestarikan. Kekeliruan konsep repelita orde baru kerena hanya mendefinisikan industrialisasi sebagai peningkatan proporsi atau kontribusi sektor industri terhadap ekonomi nasional. Padahal industrialisasi sejatinya bukan hanya peningkatan proporsi dan kontribusi, tapi juga terjadinya pendalaman struktur industri.

Oleh karena itu, pembangunan sektor industri senantiasa mendapat perhatian yang besar dari pemerintah. Didalam tujuannya secara umum di Indonesia, kita melihat bahwa pembangunan sektor industri di Indonesia terutama ditujukan untuk hal-hal berikut ini:

a)       meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat

b)       meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional

c)       meningkatkan kemampuan dan penguasaan teknologi

d)       meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan industri

e)       memperluas dan meratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha

f)        meningkatkan penerimaan devisa negara melalui peningkatan ekspor hasil industri ke mancanegara

g)       mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri penunjang pembangunan daerah

h)       memperkuat stabilitas nasional dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional

Merujuk pada pemahaman tersebut, potensi sektor industri di Pacitan cukup menjadi satu peluang yang prospek untuk masa depan Pacitan. Karena seperti diketahui, banyak sektor industri di Pacitan yang belum tergarap dengan sistematis, padahal sudah banyak bermunculan sektor ini, baik dikelola menjadi industri rumahan ataupun dari pemerintah setempat. Sektor industri mempunyai peranan strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatnya produktifitas, masyarakat, menciptakan langpangan usaha, memperluas lapangan kerja seta meningkatnya pendapatan masyarakat. Kegiatan sektor industri Kabupaten Pacitan masih tergolong skala menengah dan kecil, khusus industri kecil yang merupakan industri rumah tangga dan dilakukan oleh kelompok masyarakat serta merupakan kegiatan sampingan.

Dalam perkembangannya sektor ini, di pacitan difokuskan untuk memulai berorientasi pada kegiatan ekspor baik tingkat regional, nasional maupun Internasional.Beberapa komoditi industri kecil tersebut anatar alain Anyaman Bambu, Mainan Anak (toys), Batu Mulia, Gerabah Seni, Batik Tulis telah mampu menembus pasar ekspor.

a)       Batu Aji/ Batu Mulia, berbagai jenis bahan baku akik seperti jasper, Fosil Kayu, Kalsedon dan Pasir Kwarsa banyak dijumpai di sekitar sentra industri kecil batu mulia/akik. Industri kecil batu mulia tidak hanya merupakan kegiatan rumah tangga saja, melainkan sudah menjadi sumber mata pencaharian masyarakat di beberapa desa Kecamatan Donorojo dan sekitarnya. Unit Bina industri Batu Mulia (UBIBAM) merupakan bapak angkat beberapa industri kecil batu akik yang dibina oleh badan usaha milik negara Pt. Pupuk Pusri Palembang: dimana dalam perkembangannya industri kedil ini telah mencapai sekitar 72 buah unit usaha dan telah mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pengrajin itu sendiri. Produksi batu ini mencapai 37.500 biji setiap bulan, berupa mata cincin, anting, liontin, aksesoris, pakaian, tasbih, kalung, miniatur, buah-buahan, arca dan hiasan Pemasaran: Surabaya, Solo, Yogyakarta, Sukabumi, Jakarta dan Saudi Arabia.

b)       Maianan Anak, berbagai jenis mainan anak dan keperluan assesori rumah tangga terbuat dari kayu Jati, Sono keling dan Pohon kelapa 9tu) dengan dimodifikadi model dan sentuhan seni, hasil tosys sangant artistik. Produksi ini dapat dijumpai di Jl Pacitan-Solo tepatnya Desa Punung Kecamatan Punung. Jenis produksi: berbagai jenis dan model mobil-mobilan, assesoris dan perabot rumah tangga, keris dan jam dinding. Daerah Pemasaran: Solo, Surabaya, jakarta (Sarinah departemen store).

c)       Keramik/gerabah seni, gerabah seni terbuat Ball clay, dimana bahan galian ini mempunyai spesifikasi daya kenyal tinggi, warna abu-abu, kemerahan dan butir sangat halus sehingga dalam proses pemanasan tidak terjadi perubahan warna dan bentuk jenis tanah ini terdapat di Desa Ploso Kecamatan Punung. Berbagai produksi ini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan mendukung kegiatan kepariwisataan, Jenis Produksi: Tempat bunga, tempat lampu, aneka mainan, Daerah pemasaran: Surabaya, Jakarta, Bali dan Taiwan.

d)       Batik Tulis, batik tulis khas pacitan tergolong jenis klasik seperti Motif Sidomulyo, sekar jagat, Semen Romodan kembang-kembang. Kegiatan ini banyak dilakukan sebagai kegiatan sampingan di Kecamatan Pacitan dan Ngadirojo, Jenis: Kain Panjang, Sarung, Baju, Selendang, Ikat Kepala, Taplak Meja dan lain-lain, Daerah pemasaran: Surabaya, Jakarta, Solo, Tanjung Pinang, Singapura dan Yogyakarta. Karena salah satu potensi unggulan yang diyakini kedepan akan menjadi komoditas uatama Pacitan dari sektor ekonomi adalah potensi batik Pacitan. Dan salah satu tempat penghasil batik Khas Pacitan adalah di Kecamatan Ngadirojo atau Lorok. Produk batik dari Kecamatan ini adalah batik puri. Tempat pembuatan batik Puri ini tepatnya di desa cokro kembang kecamatan ngadirojo pacitan, yang jaraknya sekitar 45 Km dari pusat kota Pacitan.

Menurut ceritanya, Nama Puri ini sebenarnya diambil dari keluarga Sukatno yang berasal dari Yogyakarta. Pria yang memiliki jiwa seni tinggi dan berprofesi sebagai pengrajin batik sejak tahun 1951 ini mempunyai keluarga yang hobi membatik sebagai profesi keluarga secara turun temurun. Kondisi ini sedikit banyak mempengaruhi produk batik Puri yang cenderung bernuansa Yogyakarta dan lebih banyak batik tulis tradisional.

Produk Puri mempunyai 21 motif yang diantaranya, parang rusak, parang kusumo, parang klitik, semen romo, parikesit, dele kecer, rawan, gondosuli, truntun, kawung,grompol, sidomulyo, sidomukti, sidoluhur, grinsing, blarak semruet, dinriris, sekar jagat, parang barong, mogo sosro, dan keluwung. Dan seiring dengan perkembangan teknologi dan selera pasar, batik Puri mengembangkan sayapnya tidak hanya batik tulis tradisional saja, melainkan mampu membuat berbagai jenis, motif dan warna sesuai dengan pesanan.

Beberapa produk rumah batik ini antara lain, bakal baju, tablak meja, slendang, sawalan, sprei dan kain panjang serta ikat kepala dan sarung. Pemasaran batik ini tidak hanya berkutat di kabupaten Pacitan, namun mencapai luar jawa, diantaranya Tanjung pinang, Batan, dan lain sebagainya.

e)       Rotan, bahan Baku bambu cukup banyak terdapat di sekitar sentra industri ini, sehingga cukup mendukung kegiatan industri rakyat serta adanya tenaga trampil dan murah. Beberapa jenis produksi seperti tempat koran/majalah, meja kursi, menyekat ruangan, kipas keranjang dan lain-lain. Daerah pemasarannya adalah disamping untuk keperluan domestik, produk industri kecil dipasarkan ke yogyakarta, jakarta serta diekspor ke luar negeri melalui perantara eksportir CV Mande Handicraft Jakarta.

f)        Terasi, karena Pacitan sebagian wilayahnya adala pesisir, maka terasi menjadi satu industri prospek yang sedang digiatkan. Terasi merupakan komponen masakan Indonesia yang sangat digemari, terbuat dari campuran ikan-ikan kecil dan udang. Meningkatnya penangkapan ikan berarti ikut mendukung laju pertumbuhan industri.

Itulah beberapa potensi investasi industri di Pacitan yang menjadi satu peluang tersendiri dalam konteks pembangunan, pemberdayaan masyarakat, dan yang terpenting adalah faktor membangkitkan kembali gairah perekonomian kerakyatan masyarakat Pacitan.

Source : Buku Pacitan The Heaven Of Indonesia (Dwi Purnawan), Pemkab Pacitan