Satu Sumber Air Layani 10 Dusun, Bantuan Air Bersih dari Perantau di Donorojo Pacitan Ludes Seketika

oleh -19 Dilihat
Warga Dusun Bedali Desa Gedompol Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan mengantre bantuan air bersih dari komunitas Anak Rantau Pacitan (ARPAC) untuk mengatasi krisis air bersih.
Warga Dusun Bedali, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan mengantre dengan berbagai wadah saat penyaluran bantuan air bersih dari komunitas Anak Rantau Pacitan (ARPAC), Minggu (18/10/2026). (Foto: Dok. Arpac)

Pacitanku.com, DONOROJO – Ratusan warga Dusun Bedali, Desa Gedompol, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan mengantre bantuan air bersih dari komunitas Anak Rantau Pacitan (ARPAC) hingga ludes dalam waktu kurang dari dua jam pada Minggu (18/10/2026).

Bantuan tersebut menjadi tumpuan utama bagi sekitar 150 kepala keluarga (KK) di Dusun Bedali untuk bertahan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pasalnya, sumber sumur warga mulai mengering dan aliran dari jaringan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) lokal tidak lagi mengalir secara rutin dalam beberapa bulan terakhir.

Salah seorang warga Dusun Bedali, Suwarni (35), mengungkapkan bahwa penyusutan pasokan air bersih sangat menyulitkan aktivitas dasar rumah tangga, bahkan untuk sekadar mandi.

“Kondisinya sangat kering, mau mandi saja susah. Biasanya mengandalkan PAM (HIPAM), tetapi sekarang hanya menyala sebentar lalu mati lagi,”kata Suwarni di sela antrean pembagian air.

Keterbatasan kapasitas tempat penampungan membuat sebagian warga tidak leluasa membeli air bersih dalam jumlah besar. Keluarga yang memiliki tandon besar dapat membeli air tangki secara patungan, sedangkan pemilik wadah kecil seperti Suwarni harus membeli air eceran dan menghemat pemakaiannya.

“Kalau ada penyaluran seperti ini, kami sangat mengandalkan bantuan. Jika persediaan di penampungan habis, kami harus benar-benar berhemat atau membeli air di tempat lain sebisanya,” imbuhnya.

Baca juga: Tak Lupa Tanah Kelahiran, Anak Rantau Pacitan Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

Kepala Desa Gedompol, Susanto, menjelaskan bahwa persoalan air bersih di wilayahnya dipicu oleh keterbatasan debit sumber air dan luasnya cakupan distribusi HIPAM lokal. Saat ini, satu sumber air harus melayani kebutuhan warga di 10 dusun secara bergiliran.

“Sebenarnya kami memiliki HIPAM lokal, tetapi satu sumber itu digunakan untuk 10 dusun. Karena harus bergiliran, satu dusun bisa memakan waktu tunggu hingga 10 hari untuk kembali mendapatkan pasokan,” jelas Susanto.

Meski kebutuhan warga dapat terbantu sementara saat jadwal distribusi tiba, jeda waktu tunggu yang panjang membuat masyarakat tetap mengalami defisit air bersih. Oleh sebab itu, Pemerintah Desa Gedompol mengapresiasi langkah cepat para perantau yang turun tangan meringankan beban warga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian ARPAC. Bantuan ini tentunya sangat bermanfaat bagi warga kami di Desa Gedompol,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPP ARPAC, Agung Wahono, menyampaikan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan hasil konsolidasi dan penggalangan donasi para perantau asal Pacitan melalui media sosial selama dua pekan terakhir.

“Dalam dua minggu belakangan ini, kami melakukan konsolidasi sekaligus menggalang dana, baik melalui media sosial maupun rekan-rekan di perantauan, karena Pacitan saat ini sangat membutuhkan air bersih,” tutur Agung.

Pada distribusi tahap awal, ARPAC menyasar sejumlah titik rawan kekeringan di Kecamatan Donorojo, Sudimoro, dan Punung. Komunitas ini mengerahkan truk tangki berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter untuk jalur normal, serta armada engkel berkapasitas 3.000 hingga 4.000 liter guna menembus medan pedalaman yang sulit dijangkau.

“Kami menyesuaikan dengan kondisi lokasi. Kalau wilayahnya masuk pedalaman dan truk tangki tidak bisa menjangkau, kami menggunakan kendaraan engkel,” terangnya.

Secara keseluruhan, ARPAC telah menyiapkan 35 tangki air bersih yang didistribusikan secara bertahap. Penyaluran gelombang berikutnya dijadwalkan berlanjut ke Kecamatan Pringkuku dan Arjosari pada Rabu dan Kamis mendatang dengan sasaran 18 lokasi tambahan.

“Data yang masuk sampai saat ini ada 58 titik usulan dari anggota di berbagai kecamatan. Kami memprioritaskan lokasi yang lebih membutuhkan terlebih dahulu. Kalau nanti masih ada sisa dana dari donatur, tentu akan kami upayakan agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak warga,” pungkas Agung.

No More Posts Available.

No more pages to load.