The Tamperan Cruise Pacitan, Sensasi Baru Nikmati Sunset dan Sunrise dari Tengah Laut

oleh -526 Dilihat
Kapal wisata The Tamperan Cruise berlayar di perairan Pacitan saat matahari terbenam.
Kapal wisata The Tamperan Cruise menawarkan pengalaman baru bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan sunset dan sunrise langsung dari kawasan perairan laut Pacitan. (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Sektor pariwisata Kabupaten Pacitan kini memiliki daya tarik baru melalui kehadiran kapal wisata The Tamperan Cruise yang menawarkan pengalaman menikmati matahari terbenam (sunset) dan terbit (sunrise) langsung dari tengah laut.

Inovasi atraksi bahari ini dihadirkan khusus untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi lokal.

Gagasan pariwisata ini lahir dari evaluasi terhadap durasi singgah pelancong di Pacitan yang selama ini dinilai masih terlalu singkat.

Tokoh penggerak pariwisata setempat, Muhammad Rofiqin, merancang konsep “Sunset to Sunrise” agar wisatawan memiliki dorongan kuat untuk menginap dan menghabiskan malam di kota tersebut.

“Padahal, dalam dunia pariwisata, lama tinggal wisatawan memiliki arti penting. Semakin lama wisatawan berada di sebuah daerah, semakin besar pula peluang ekonomi yang tercipta bagi masyarakat,”kata Rofiqin, Kamis (20/8/2026) di Pacitan.

Ia menjelaskan, alur perjalanan wisata ini disusun secara sederhana namun memiliki daya jual pengalaman yang tinggi.

Wisatawan diajak datang pada sore hari untuk menikmati keindahan matahari terbenam, menginap di Pacitan, dan kembali naik kapal pada pagi harinya guna menyambut matahari terbit dari perairan.

Kehadiran atraksi wisata laut ini diyakini mampu menjadi magnet baru yang memberikan efek domino bagi sektor penunjang pariwisata lainnya di kawasan darat maupun pesisir.

“Inilah pengalaman baru yang ditawarkan The Tamperan Cruise. Bukan sekadar kapal wisata, tetapi sebuah alasan baru untuk tinggal lebih lama di Pacitan—dan menggerakkan hotel, restoran, UMKM, transportasi, nelayan, pemandu wisata, hingga destinasi lainnya,”jelas pria yang juga salah satu founder Asosiasi Pelaku dan Pegiat Pariwisata (AP3) Pacitan ini.

Selama ini, lanskap alam Pacitan memang lebih banyak dinikmati oleh pelancong dari daratan, pantai, maupun pegunungan.

Kehadiran kapal wisata pesiar lokal dengan berbagai paket layanan—mulai dari susur teluk, wisata memancing (fishing trip), hingga sewa privat—diharapkan menjadi tolok ukur baru dalam pengembangan pariwisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).

“Selama ini Pacitan dinikmati dari daratan, pantai, dan pegunungan. Kini saatnya melihat Pacitan dari laut,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.