Pacitanku.com, PRINGKUKU — Destinasi wisata Sungai Maron di Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, mencatatkan lonjakan kunjungan hingga 5.779 wisatawan selama masa libur Lebaran 2026.
Peningkatan jumlah pengunjung yang didominasi oleh pelancong dari luar daerah ini terus berlangsung sejak H-2 hingga H+4 hari raya Idulfitri.
Pengelola Wisata Sungai Maron, Dwi Sambi, membenarkan adanya tren kenaikan drastis di kawasan wisata yang kerap dijuluki sebagai “Amazon-nya Pacitan” tersebut.
“H-2 sampai dengan H+4 Lebaran pengunjung luar biasa. H+5 ini sudah mulai ada pergerakan, namun intensitas wisatawan masih terlihat,” ujar Dwi Sambi saat memberikan keterangan di kawasan wisata setempat.
Menurut Dwi, daya tarik keasrian alam Sungai Maron kini tidak lagi hanya diminati oleh warga lokal. Berdasarkan pantauan di lapangan, sebagian besar kursi penumpang kapal susur sungai disewa oleh wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Dari pantauan kami sebagai pengelola wisata Sungai Maron, mayoritas diisi pengunjung dari luar kota atau berbagai kota di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Meski dibanjiri pengunjung, pihak manajemen tetap memberlakukan tarif yang terjangkau. Tiket masuk kawasan wisata hanya dibanderol Rp5.000 per orang. Sementara itu, untuk menikmati atraksi utama berupa susur sungai dengan kapal, pengunjung cukup membayar Rp100.000 untuk kapasitas empat orang.
Menyikapi membeludaknya jumlah wisatawan, pengelola memastikan pengawasan diperketat guna menjamin keselamatan pengunjung di area wisata air. Keamanan menjadi prioritas utama di tengah tingginya antusiasme masyarakat.
“Kesiapan dan kesiagaan keamanan yang selalu kita utamakan dan pelayanan ekstra terhadap pengunjung atau wisatawan,” tegas Dwi.
Ia juga secara khusus meminta para pelancong untuk tetap waspada. “Dengan membeludaknya pengunjung, [kami mengimbau] untuk selalu hati-hati dalam berwisata di Pacitan, khususnya di wisata Sungai Maron,” imbaunya.
Ke depan, pengelola Sungai Maron berkomitmen untuk terus berbenah. Agenda pengembangan fasilitas dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) akan segera direalisasikan agar infrastruktur wisata semakin memadai pada musim liburan mendatang.












