Bertahan Rawat Penyu di Tengah Keterbatasan Dana, Ini 5 Fakta Wisata Edukasi Pantai Taman Pacitan

oleh -162 Dilihat
Pemandangan hamparan pasir, deburan ombak, dan tebing megah yang mengelilingi kawasan asri Pantai Taman di Desa Hadiwarno, Pacitan.
Suasana asri Pantai Taman di Desa Hadiwarno, Kabupaten Pacitan, dengan latar belakang tebing yang megah. Selain menjadi pusat konservasi penyu, hamparan pesisir ini menawarkan tempat rekreasi keluarga yang menenangkan dengan harga tiket yang sangat terjangkau. (Foto: Tika Mayastuti/Pacitanku)

Pacitanku.com, NGDIROJO – Upaya pelestarian alam di Pantai Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, terus bertahan di tengah keterbatasan biaya operasional.

Meski wahana andalan sempat ditutup dan mahalnya biaya pakan membatasi jumlah satwa yang dirawat, pengelola setempat tetap setia menjadikan kawasan pesisir ini sebagai pusat edukasi konservasi penyu yang terjangkau bagi masyarakat.

Keberadaan Pantai Taman bukan sekadar tempat rekreasi biasa, melainkan ruang pembelajaran nyata tentang pelestarian satwa laut.

Baca juga: Sepi Pengunjung, Pantai Taman Pacitan Tetap Setia Jadi Rumah Konservasi Penyu

Bagi wisatawan yang ingin mencari alternatif liburan edukatif di Pacitan, berikut adalah lima fakta penting mengenai kondisi terkini Pantai Taman:

1. Perjuangan Konservasi Penyu di Luar Musim Bertelur

Dua ekor penyu sedang berenang di kolam konservasi Pantai Taman Pacitan yang menjadi sarana edukasi pengunjung.
Pengunjung mengamati penyu di kolam konservasi Pantai Taman, Desa Hadiwarno. Pengelola terpaksa menyisakan sedikit satwa di luar musim bertelur akibat tingginya biaya pakan. (Foto: Tika Mayastuti/Pacitanku)

Pantai ini merupakan jalur strategis pendaratan tiga jenis penyu langka, yakni penyu hijau, penyu kembang, dan penyu belimbing.

Namun, di luar musim bertelur, pengelola terpaksa membatasi jumlah penyu di kolam konservasi karena minimnya dana operasional.

“Penyu masih aktif, Mbak. Cuma bulan-bulan ini untuk yang mendarat bertelur belum musim. Jadi, kami sisakan dua ekor agar pengunjung tetap bisa melihat. Kalau dipelihara semua tidak mungkin, biaya pakannya terlalu mahal,” ujar Petugas Koordinasi Pantai Taman, Condro.

2. Harga Tiket Terjangkau dan Stabil

Gerbang masuk dan loket tiket wisata Pantai Taman Pacitan yang menawarkan harga terjangkau bagi wisatawan.
Suasana di area pintu masuk Pantai Taman Pacitan. Meski dikelola swadaya bersama Dinas Pariwisata, tarif tiket masuk tetap stabil di angka Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. (Foto: Tika Mayastuti/Pacitanku)

Meski membutuhkan dana besar untuk pelestarian, tiket masuk Pantai Taman tidak mengalami kenaikan, bahkan saat musim liburan.

Karena dikelola langsung di bawah pengawasan Dinas Pariwisata, tarifnya sangat ramah di kantong, yakni Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

3. Fasilitas Dasar dan Kolam Renang Swadaya

Kolam renang hasil swadaya kelompok KMKP-W yang berada di dekat pantai dengan pemandangan tebing megah di Pantai Taman.
Fasilitas kolam renang yang dikelola oleh kelompok konservasi KMKP-W di Pantai Taman. Fasilitas ini menjadi alternatif hiburan tambahan bagi wisatawan setelah selesai melihat penyu.

Selain menikmati deburan ombak tebing, wisatawan dapat menggunakan fasilitas yang dibangun dari hasil swadaya pengelola.

“Untuk fasilitas, sementara ada musala dan dua toilet di sebelah timur serta barat kolam. Terus kolam renang itu milik kelompok KMKP-W, hasil pengembangan dari kelompok konservasi penyu,” jelas Condro.

4. Wahana Flying Fox Terpaksa Mati Suri

Menara dan lintasan wahana flying fox di Pantai Taman Pacitan yang sudah tidak beroperasi karena kendala biaya perawatan.
Sisa-sisa fasilitas wahana flying fox di Pantai Taman. Dulu sempat menjadi primadona wisatawan, kini wahana pemacu adrenalin ini terpaksa dihentikan karena mahalnya biaya perawatan alat.

Bagi wisatawan pemburu adrenalin, wahana flying fox yang dahulu sempat populer kini terpaksa berhenti beroperasi.

Penutupan wahana ini murni diakibatkan oleh tingginya biaya perawatan peralatan yang tidak lagi sebanding dengan kemampuan finansial kelompok pengelola.

5. Menanti Bantuan Penataan Kawasan yang Teduh

Area lahan kosong yang dipenuhi pepohonan rindang di sebelah timur Pantai Taman Pacitan, menanti sentuhan pembangunan lebih lanjut.
Lahan di sisi timur Pantai Taman yang masih sepi dan dipenuhi pepohonan menjulang. Pengelola berharap ada bantuan dana untuk menyulap area ini menjadi taman nongkrong yang teduh bagi generasi milenial.

Menyadari menurunnya angka kunjungan pasca-pandemi, pengelola berharap adanya bantuan dari pemerintah atau investor untuk menata lahan timur yang masih kosong.

Lahan warga yang dipenuhi pepohonan tinggi tersebut dinilai potensial untuk dikembangkan.

“Mungkin sekarang butuh penambahan fasilitas. Di sebelah timur itu masih sepi untuk pengajuan dananya. Harapannya bisa dibangun taman dan tempat duduk untuk anak muda, dibikin tempat yang sejuk. Itu sangat bisa sebenarnya, karena tanah kita juga masih luas,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.