Turnamen E-Sport Pacitan 2026 Lintas Generasi Angkat Potensi Pemuda di Hari Jadi ke-281

oleh -151 Dilihat
Suasana kompetitif terlihat saat peserta lintas generasi bertanding dalam Turnamen E-Sport Pacitan 2026. (Foto: Sherina/Pacitanku)

Pacitanku.com,PACITAN-Turnamen E-Sport Pacitan 2026 yang digelar oleh Persatuan E-Sport Indonesia (ESI) Pacitan bersama KONI dan Karang Taruna Kabupaten Pacitan berlangsung meriah di Gedung Karya Dharma, (17/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaring atlet masa depan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-281 Kabupaten Pacitan dan sukses menarik antusiasme peserta lintas generasi dari berbagai desa.

Turnamen E-Sport Pacitan 2026 mempertandingkan dua game populer, yaitu Mobile Legends dan Free Fire, dengan total hadiah mencapai Rp6 juta.

Peserta yang berlaga berasal dari berbagai desa di Pacitan, mulai dari kalangan remaja hingga dewasa.

Babak penyisihan dilaksanakan secara daring (online), sementara semifinal dan grand final digelar secara luring (offline) di Gedung Karya Dharma.

Atmosfer kompetitif namun santai terasa kuat, memperlihatkan tingginya minat masyarakat terhadap perkembangan E-Sport di Kabupaten Pacitan.

Kehadiran pemain dari berbagai wilayah desa menunjukkan bahwa potensi E-Sport Pacitan terus berkembang dan mampu menjadi ruang kolaborasi lintas generasi.

Para juara turnamen E-Sport Pacitan 2026. (Foto: Instagram @esportkabupatenpacitan)

Rendra (21), finalis kategori Free Fire asal Desa Tanjungsari, mengungkapkan bahwa turnamen ini memberikan pengalaman berharga sekaligus memperluas jaringan pertemanan antar pemain.

“Kegiatan ini seru banget, aku jadi banyak kenal pemain pro lainnya. Latihan tim sekitar satu bulan saja, yang penting kompak dan kerja sama,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan Karang Taruna Desa Tanjungsari menjadi motivasi besar bagi timnya hingga berhasil menembus babak final dan meraih booyah.

Partisipasi generasi muda desa dalam turnamen Free Fire Pacitan ini dinilai menjadi bukti bahwa E-Sport dapat menjadi wadah positif untuk pengembangan bakat dan solidaritas tim.

Sementara itu, Arlan (32), finalis kategori Mobile Legends asal Desa Sooka, Kecamatan Punung, mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang turut memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pacitan.

“Acaranya seru, ikut meramaikan HUT kabupaten. Tapi ke depan persiapan jaringan saat match offline bisa lebih dimatangkan,” katanya.

Masukan tersebut diharapkan menjadi evaluasi agar Turnamen Mobile Legends Pacitan berikutnya semakin profesional dan kompetitif.

Turnamen E-Sport Pacitan 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pemberdayaan potensi desa.

Kegiatan ini mempertemukan talenta lintas generasi, memperkuat kebersamaan masyarakat, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis digital di tingkat lokal.

Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan dukungan berbagai pihak, E-Sport di Kabupaten Pacitan diproyeksikan terus berkembang sebagai cabang olahraga digital yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.