Manisnya Nostalgia di Pasar Tradisional Pacitan, Warga Berburu Jajanan Jadul untuk Takjil Ramadhan 2026

oleh -189 Dilihat
Pembeli berburu jajanan jadul di Pasar Tradisional Pacitan untuk menu berbuka puasa. (Foto: Liska/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, suasana di Pasar Tradisional Pacitan tampak lebih semarak dari biasanya.

Sejak pagi hingga sore hari, warga Pacitan berbondong-bondong berburu jajanan jadul untuk menu takjil berbuka puasa, Kamis (19/2/2026).

Aroma manis gula merah dan gurih santan memenuhi sudut pasar.

Deretan klepon, cenil, lopis, nagasari, hingga kue lapis tertata rapi di atas tampah dan nampan.

Warna-warni jajanan tradisional itu seolah menjadi simbol kegembiraan masyarakat dalam menyambut Ramadhan.

Di Pacitan, pasar tradisional bukan sekadar tempat jual beli.

Pasar menjadi ruang bertemunya tradisi, cerita lama, dan kenangan masa kecil.

Tak heran jika menjelang Ramadhan, jajanan tradisional kembali menjadi primadona.

Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang di sejumlah lapak.

Banyak pembeli datang lebih awal agar tidak kehabisan jajanan favorit mereka untuk berbuka puasa bersama keluarga.

Salah satu pembeli, Lia Ratnasari, mengaku hampir setiap tahun membeli jajanan jadul sebagai menu takjil Ramadhan.

“Jajanan tradisional itu cocok untuk berbuka puasa. Rasanya manis, lembut, dan tidak terlalu berat. Selain itu, anak-anak suka dan orang tua saya juga suka,” ujar Lia sambil memilih beberapa bungkus jajanan.

Aneka jajanan jadul seperti klepon, cenil, pukis, dll. tertata rapi di lapak pedagang Pasar Tradisional Pacitan. (Foto: Liska/Pacitanku)

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah maraknya makanan modern dan minuman kekinian, jajanan tradisional Pacitan tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.

Selain harganya yang terjangkau, kuliner tradisional juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.

Bagi para pedagang, momen menjelang Ramadhan membawa berkah tersendiri karena penjualan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Banyak warga membeli dalam jumlah lebih banyak untuk disantap bersama keluarga saat berbuka puasa.

Semarak Pasar Tradisional Pacitan menjelang Ramadhan 2026 menjadi bukti bahwa tradisi tetap hidup di tengah masyarakat.

Lewat jajanan sederhana yang sarat kenangan, warga menyambut bulan suci dengan rasa syukur dan kehangatan yang tak lekang oleh waktu.