Wajah Baru Nol KM Lorok, Alun-Alun Mini yang Jadi Primadona Warga Ngadirojo Pacitan

oleh -188 Dilihat
Pemandangan lanskap area rekreasi publik Nol Kilometer Lorok di Pacitan, menampilkan tulisan merah besar "0 KM LOROK", deretan gazebo beratap genteng, dan fasilitas bermain anak kayu berlatar belakang perbukitan dan menara telekomunikasi.
Wajah baru Kawasan Nol KM Lorok yang strategis di pinggir jalan utama kini menjadi magnet baru bagi warga lintas usia sebagai alternatif hiburan murah meriah. (Foto: Resi Wulandari/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kawasan Nol Kilometer (KM) Lorok di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, kini bertransformasi menjadi ruang terbuka publik yang diminati masyarakat setelah disulap menjadi area rekreasi keluarga layaknya alun-alun mini.

Perubahan fungsi lahan yang sebelumnya hanya tempat biasa ini terbukti mampu menciptakan atmosfer baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian warga sekitar melalui kehadiran pedagang kecil.

Letaknya yang strategis di pinggir jalan utama menjadikan lokasi ini magnet baru bagi warga lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pemerintah setempat telah melengkapi kawasan ini dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ayunan, seluncuran, dan kursi taman yang nyaman.

Wajah baru kawasan ini memberikan alternatif hiburan murah meriah bagi warga desa untuk melepas penat atau sekadar mengasuh anak tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Salah seorang pedagang di sekitar lokasi, Wanti, menyambut positif revitalisasi kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan taman ini membawa dampak sosial yang signifikan karena lingkungan menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak yang sebelumnya minim area bermain.

“Dari adanya pembangunan ini yang jelas menambah suasana baru untuk anak-anak ataupun sekadar bersantai di sini,” tutur Wanti saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (3/2/2026).

Selain menjadi sarana rekreasi, Nol KM Lorok juga membuka peluang ekonomi baru.

Fasilitas seluncuran berwarna biru yang terpasang pada struktur panjat kayu besar di atas rumput sintetis di area Nol KM Lorok. Terlihat papan penunjuk arah kayu dan beberapa orang duduk di gazebo di latar belakang.
Fasilitas bermain seperti seluncuran ini menjadikan Nol KM Lorok sebagai sarana rekreasi yang diminati, meskipun aktivitas di area terbuka ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. (Foto: Resi Wulandari)

Wanti mengungkapkan bahwa keramaian pengunjung, terutama saat hari libur, menjadi ladang rezeki bagi para pedagang keliling yang mangkal di sekitar area tersebut.

Meskipun demikian, tingkat kunjungan saat ini masih tergolong fluktuatif karena sangat bergantung pada faktor cuaca, mengingat area tersebut merupakan ruang terbuka tanpa atap.

“Kalau pengunjung karena masih baru jadi tergantung, misalnya hujan sudah pasti sepi. Kalau ramainya biasanya setiap hari libur, Mbak, pasti ramai,”ungkapnya menambahkan.

Kehadiran Nol KM Lorok kini tidak hanya sekadar menjadi penanda geografis wilayah Ngadirojo, tetapi telah beralih fungsi menjadi oase interaksi sosial.

Masyarakat berharap fasilitas ini dapat terus terawat sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh warga Desa Ngadirojo dan sekitarnya.