Alun-alun Pacitan Lengang saat Libur Nataru, Omzet Pedagang Kecil Tergerus Sepinya Pengunjung

oleh -117 Dilihat
MENUNGGU PEMBELI. Dedit (28), salah satu pedagang minuman di Alun-alun Pacitan saat menunggu pelanggan di tengah suasana libur Nataru yang lengang. Sepinya pengunjung tahun ini berdampak langsung pada penurunan pendapatan pelaku UMKM setempat. (Foto: Hasby/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Suasana libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di kawasan Alun-alun Kabupaten Pacitan tahun 2026 ini terasa berbeda karena terpantau jauh lebih lengang dibandingkan periode liburan tahun-tahun sebelumnya.

Tentu menjadi sebuah kondisi anomali yang secara langsung memukul pendapatan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan nasib di pusat keramaian kota tersebut.

Penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan membuat roda perekonomian pedagang kaki lima di jantung kota berjalan lambat dan tidak sesuai dengan ekspektasi panen rezeki akhir tahun.

Salah satu pedagang minuman yang biasa mangkal di Alun-alun Pacitan, Dedit, mengungkapkan keresahannya atas situasi sepi yang terjadi pada musim liburan kali ini.

Pria berusia 28 tahun tersebut menuturkan bahwa volume pengunjung yang datang tidak seramai prediksi, padahal momen Nataru biasanya menjadi masa puncak keramaian di mana pedagang bisa meraup keuntungan berlipat.

Akibatnya, hasil penjualan harian merosot tajam dan pendapatan yang dibawa pulang jauh lebih sedikit jika disandingkan dengan capaian pada musim libur tahun lalu.

“Biasanya kalau libur Natal dan Tahun Baru alun-alun ramai, tapi sekarang malah sepi. Penghasilan jadi turun dibandingkan hari libur tahun lalu,”kata Dedit saat ditemui di lapak dagangannya, baru-baru ini.

Dedit menceritakan bahwa penurunan omzet sangat terasa dari jumlah gelas minuman yang terjual dalam satu malam.

Meskipun ia dan rekan-rekan sesama pedagang tetap bersemangat membuka lapak sejak sore hingga larut malam, minimnya pembeli membuat pendapatan mereka menjadi tidak menentu.

Kendati demikian, para pelaku usaha kecil ini memilih untuk tetap bertahan dan menjalani rutinitas berdagang sembari memelihara optimisme bahwa situasi akan segera membaik.

“Kadang sudah buka dari sore sampai malam, tapi pembelinya sedikit. Tetap dijalani saja sambil berharap nanti bisa lebih ramai,” tambahnya penuh harap.

Fenomena ini menjadi perhatian tersendiri mengingat Alun-alun Pacitan selama ini dikenal sebagai ruang publik utama sekaligus pusat aktivitas masyarakat yang menjadi tumpuan ekonomi bagi ratusan pelaku UMKM.

Para pedagang kini hanya bisa berharap penurunan jumlah pengunjung pada momen Nataru ini bersifat sementara dan kawasan tersebut dapat kembali ramai seperti sedia kala agar perputaran ekonomi rakyat kecil dapat kembali bergerak normal dan stabil.