Mutasi Polri November 2026: AKBP Marzel Doni Jabat Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Masuk Bareskrim

oleh -1253 Dilihat
Kapolres Pacitan bersama Kades Ngreco Susilo Hadi mengecek lokasi sengketa lahan jalan provinsi Pacitan yang diblokade warga di Dusun Gamping.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar bersama Kepala Desa Ngreco Susilo Hadi saat mengecek langsung titik lokasi blokade jalan akibat sengketa lahan jalan provinsi Pacitan di Dusun Gamping, Desa Ngreco, Kecamatan Tegalombo. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – AKBP Ayub Diponegoro Azhar resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolres Pacitan setelah dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, digantikan oleh AKBP Marzel Doni.

Menjelang perpisahannya pada Rabu (4/11/2026), perwira pencetus jargon “Enak Well” ini mengaku berat meninggalkan Pacitan yang dinilainya nyaman dan guyub selayaknya rumah sendiri.

Pergantian pucuk pimpinan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal Senin (2/11/2026) yang merotasi total 264 pejabat di lingkungan Polri.

Pengganti Ayub, AKBP Marzel Doni, sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Manokwari Selatan, Polda Papua Barat.

Mutasi ini sekaligus menutup masa pengabdian Ayub di Bumi 1001 Goa yang telah berjalan sejak prosesi pisah sambut menggantikan AKBP Agung Nugroho di Pendopo Mas Tumenggung Djogokarjo pada Kamis (17/4/2025).

Selama 19 bulan memimpin Polres Pacitan, Ayub merasakan ikatan emosional yang kuat bersama masyarakat setempat.

Ia bahkan tak menampik semula belum mengenal letak geografis Pacitan sebelum menerima surat penugasan.

“Selama 1 tahun 7 bulan berdinas, saya tidak merasa sedang bertugas di sini, tetapi seperti bekerja di rumah sendiri. Nyaman dan guyub. Padahal sebelumnya, saya bahkan tidak tahu Pacitan itu di mana. Namun, akhirnya Pacitan menjadi kota yang membekas di hati dan kehidupan saya serta keluarga,” ungkap Ayub saat menyampaikan kesan masa tugasnya, Rabu (4/11/2026).

Menurut Ayub, keberhasilan menjaga stabilitas keamanan wilayah tidak lepas dari keramahan warga serta kolaborasi lintas sektor yang solid.

Selain itu, deretan destinasi wisata lokal turut membuat masa pengabdiannya terasa berjalan singkat.

“Masyarakatnya guyub, ramah, dan terbuka terhadap berbagai permasalahan. Tempat wisatanya juga luar biasa. Semua elemen, mulai dari Forkopimda, Forkopimca, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga forum media dan wartawan, sangat membantu, mendukung, serta membangun kolaborasi dan sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, terutama di bidang keamanan dan pelaksanaan tugas kepolisian,” katanya.

“Selama berdinas di Pacitan, waktu 1 tahun 7 bulan terasa begitu cepat. Banyaknya tempat wisata membuat saya merasa seperti bekerja sambil berlibur,” imbuhnya.

Menutup masa baktinya di Kabupaten Pacitan, Ayub menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh elemen masyarakat apabila masih terdapat kekurangan selama ia memimpin.

“Mohon maaf apabila selama kami berdinas masih banyak kekurangan dan belum sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, semua yang terbaik sudah saya lakukan,” tuturnya.

Sebagai informasi, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 ini memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse. Sebelum memimpin Polres Pacitan, Ayub tercatat pernah berdinas di Polres Kuningan, Cirebon, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, Bareskrim Polri, hingga menjadi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama enam tahun.

Di luar tugas penegakan hukum, sosoknya dikenal dekat dengan masyarakat Pacitan berkat keaktifannya mempromosikan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui slogan populer “Enak Well.” Ayub

No More Posts Available.

No more pages to load.