Tak Punya Sawah Tetap Bisa Panen, Cara Hangat Warga Nitikan Pacitan Berbagi Lewat Tradisi Entas-Entas

oleh -32 Dilihat
Warga Dusun Nitikan Desa Sukoharjo Pacitan mengumpulkan jimpitan gabah dan hasil bumi dalam tradisi Entas-Entas.
Warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan mengarak gerobak berisi jimpitan hasil bumi dalam tradisi Entas-Entas untuk dibagikan kepada warga yang tidak memiliki lahan pertanian, Sabtu (17/10/2026). (Foto: Febriani Cahyaningtias/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Warga Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, menghidupkan kembali tradisi leluhur Entas-Entas dengan membagikan hasil panen kepada tetangga yang tidak memiliki lahan pertanian, Sabtu (17/10/2026).

Melalui tradisi yang sempat hampir punah ini, warga menggelar kirab keliling kampung dengan iringan musik thethekan. Sebuah gerobak turut ditarik di belakang rombongan untuk menampung jimpitan hasil bumi sukarela dari tiap rumah, mulai dari gabah, beras, hingga sayuran.

Kepala Dusun Nitikan, Gunawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan merawat warisan leluhur sekaligus menjaga kepedulian sosial antarwarga.

“Prosesi ini untuk mengenang dan menggali kembali sejarah yang dulu hampir habis, yaitu pengambilan jimpitan hasil bumi berupa gabah. Diambil dari setiap rumah seadanya, dikumpulkan jadi satu, kemudian dibagikan kepada masyarakat yang saat ini tidak bisa panen atau tidak punya sawah,” kata Gunawan di sela kegiatan.

Seluruh komoditas pangan yang terkumpul langsung disalurkan kepada warga setempat yang tidak memiliki akses sawah maupun kebun. Usai pembagian hasil panen, acara ditutup dengan kembul bujana atau makan bersama sebagai simbol kerukunan warga.

Gunawan mengapresiasi keikhlasan masyarakat dalam menjaga semangat gotong royong tersebut agar tidak tergerus zaman.

“Semoga apa yang menjadi niat dan hajat warga yang sudah ikhlas ini menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.