Tangkal Hoaks Bencana, PWI dan BPBD Pacitan Bekali Jurnalis Ilmu Mitigasi

oleh -11 Dilihat
Kalaksa BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko bersama Jurnalis Purwoto dalam Workshop Jurnalistik Kebencanaan.
Suasana Workshop Jurnalistik Kebencanaan PWI Kabupaten Pacitan bertepatan dengan Bulan Pengurangan Risiko Bencana. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas wartawan dalam menyajikan informasi darurat yang akurat dan berbasis mitigasi. (Foto: Putro Primanto)

Pacitanku.com, PACITAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pacitan menggelar Workshop Jurnalistik Kebencanaan pada Rabu (13/10/2026) di Parai Beach Resort Teleng Ria, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan.

Kegiatan ini bertujuan membekali insan pers agar mampu menyajikan informasi yang akurat guna mencegah kepanikan dan penyebaran hoaks di Pacitan yang berstatus sebagai daerah rawan bencana.

Bertepatan dengan peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB), kegiatan ini mengusung tema “Semangat Kolaborasi dan Penguatan Budaya Mitigasi”.

Fokus utama dari lokakarya ini adalah membangun sinergi lintas sektor agar media mampu menjadi jembatan edukasi mitigasi yang efektif bagi masyarakat.

Ketua PWI Pacitan, Edwin Adji, menegaskan bahwa letak geografis wilayah Pacitan sangat rentan terhadap berbagai ancaman alam, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran. Karena itu, kolaborasi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat sangat mutlak diperlukan.

“Bulan pengurangan bencana yang jatuh pada 13 Oktober, meski kita semua berada pada instansi yang berbeda-beda, namun kita berada di ekosistem yang sama. Harus saling berkolaborasi untuk mencari dan memverifikasi informasi pada publik,”kata Edwin dalam sambutannya.

Menurut Edwin, di tengah derasnya arus informasi digital, media memegang peran sentral sebagai penyaring informasi. Pemberitaan yang keliru atau tidak akurat saat kondisi darurat dapat memicu disinformasi massal yang membahayakan warga.

Ia meminta setiap karya jurnalistik kebencanaan wajib berpedoman pada kecepatan, keakuratan, serta nilai-nilai kemanusiaan.

“Jika media menyampaikan informasi yang tidak tepat, maka akan berdampak pada beragam disinformasi. Cepat, akurat, humanis, dan teknis. Bagaimana informasi bencana ini dapat diolah dan didistribusikan secara tepat kepada masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, PWI berharap seluruh jurnalis di Kabupaten Pacitan memiliki kapasitas mumpuni dalam meredam keresahan publik lewat berita bernilai edukatif, sekaligus proaktif menguatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana alam.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan itu adalah Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko dan jurnalis senior Pacitan, Purwoto yang merupakan lulusan Magister Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta.