Pacitanku.com, PACITAN — Penyelenggaraan Festival Kopi Pacitan dan Deklarasi Gerakan Bangga Kopi Pacitan pada Jumat (9/10/2026) didorong agar tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial.
Ketua Forum Petani dan Penggiat Kopi Pacitan (FPPA), Sutikno, meminta seluruh elemen menjadikan ajang ini sebagai momentum pergerakan ekonomi lokal yang terintegrasi untuk menembus pasar global.
“Festival seperti ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi wadah untuk menyatukan semua elemen. Ada pemerintah, petani, pengusaha, dan masyarakat yang bisa bergerak bersama untuk mengembangkan potensi kopi lokal Pacitan,”kata Sutikno.
Pria yang akrab disapa Gus Tik ini menjelaskan, di balik secangkir kopi terdapat rantai kerja keras yang panjang, mulai dari keringat petani di kebun, kreativitas barista, hingga ketekunan pelaku usaha.
Baca juga: Menang Telak 38 Suara, Sutikno Sah Kembali Nakhodai Forum Pewarta Pacitan 2026-2028
Sektor ini menyimpan potensi ekonomi besar jika digerakkan dalam satu tujuan yang sama.
Menurutnya, kopi lokal Pacitan memiliki daya tarik dan cita rasa unik. Apabila dikelola secara serius dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, komoditas ini sangat siap bersaing di tengah dinamika pasar yang kian ketat.
FPPA berharap konsistensi penyelenggaraan festival ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas jangkauan promosi kopi lokal sekaligus memperkuat daya tawar pelaku usaha di masa depan.
“Harapan saya, kegiatan seperti ini tetap berlanjut di tahun-tahun mendatang. Sehingga kopi lokal Pacitan akan semakin dikenal di seantero Nusantara, bahkan sampai ke dunia internasional,”pungkasnya.











