Jaga Warisan Leluhur, KNPI Pacitan Dorong Anak Muda Bentuk Komunitas Panata Adicara

oleh -5 Dilihat
Ketua DPD KNPI Pacitan Bagus Surya Pratikna pada penutupan Lomba Panata Adicara ke-5 Kabupaten Pacitan
Ketua DPD KNPI sekaligus Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Bagus Surya Pratikna, menyampaikan sambutan saat penutupan Lomba Panata Adicara ke-5 Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026). (Dok. Istimewa)

Pacitanku.com, SUDIMORO — Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) bersama Karang Taruna Kabupaten Pacitan berkomitmen memfasilitasi pembentukan komunitas generasi muda pelestari budaya Jawa.

Langkah tersebut ditegaskan saat penutupan Lomba Panata Adicara ke-5 Kabupaten Pacitan, Kamis (22/10/2026) di Kecamatan Sudimoro.

Ketua DPD KNPI sekaligus Ketua Karang Taruna Kabupaten Pacitan, Bagus Surya Pratikna, menilai antusiasme pemuda Pacitan dalam mempelajari warisan leluhur masih sangat tinggi.

Baca juga: Menolak Punah, Kawula Muda Pacitan Rawat Tradisi Leluhur Lewat Seni Panata Adicara

Oleh karena itu, pihaknya siap mendukung penuh berbagai ruang ekspresi tradisi, mulai dari seni panata adicara hingga kangen beksa.

“Kegiatan ini kami selenggarakan karena kecintaan terhadap budaya Jawa. Masih banyak anak muda yang peduli dan mau melestarikannya. Sebagai Ketua DPD KNPI dan Karang Taruna, semampu mungkin kami akan terus mendukung apa pun bentuk kegiatannya,”kata Bagus.

Anggota DPRD Kabupaten Pacitan tersebut menekankan bahwa kompetisi tahunan ini harus menjadi pintu masuk bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mengasah keterampilan yang bernilai bagi masa depan mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih karena adik-adik mau belajar. Proses ini pasti memberikan manfaat ke depannya, baik untuk membangun relasi maupun menambah ilmu,”jelasnya.

Agar proses pembelajaran berjalan berkelanjutan, Bagus mendorong para peserta membentuk wadah komunitas pasca-perlombaan.

Melalui ruang belajar bersama tersebut, generasi muda dapat saling berbagi pengalaman sekaligus menimba ilmu (ngangsu kawruh) langsung dari para pegiat budaya senior di Pacitan.

“Saya sangat berharap adik-adik bisa belajar bersama di dalam grup. Kami yakin para senior seperti Pak Sus, Pak Pram, dan Pak Jar pasti bersedia diajak ngangsu kawruh. Jika komunitas ini terbentuk dan merancang kegiatan, kami siap memfasilitasi,” tegas Bagus.

Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, budayawan senior, dan generasi muda ini diharapkan mampu menjaga eksistensi seni panata adicara serta kesenian Jawa lainnya agar tetap hidup dan dekat dengan masyarakat Pacitan.

No More Posts Available.

No more pages to load.