Pacitanku.com, PACITAN – Upaya penyelamatan jejak sejarah lokal melalui gerakan literasi di Kabupaten Pacitan membuahkan hasil yang signifikan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pacitan, Amat Taufan, mengungkapkan bahwa inisiatif penulisan sejarah daerah ini sukses melahirkan puluhan penulis baru.
Langkah strategis ini dirancang untuk mendokumentasikan perjalanan, tokoh, dan peristiwa penting agar tidak hilang ditelan zaman. Hingga saat ini, sedikitnya tujuh buku sejarah telah diterbitkan berkat kolaborasi lintas profesi.
Gerakan penulisan ini tidak hanya digerakkan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan akademisi dan aparat penegak hukum.
Beberapa tokoh yang turut berkontribusi di antaranya dosen STKIP PGRI Pacitan Agoes Hendriyanto, Kepala SMKN Pringkuku Indra Prastowo, hingga Kapolres Pacitan Ayub Diponegoro.
“Alhamdulillah, dalam lima tahun ini banyak yang merespons dan kemudian lahir puluhan penulis buku baru di Kabupaten Pacitan. Semoga dengan lahirnya penulis-penulis baru, Pacitan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional,”kata Taufan, Sabtu (10/10/2026) di Pacitan.
Di tengah kesibukannya, Taufan juga terjun langsung menulis buku mengenai arsip sejarah Kota Pacitan. Ia berharap karya-karya tersebut dapat menjadi motor penggerak literasi sejarah di wilayah Jawa Timur.
Melalui gerakan yang konsisten selama lima tahun terakhir ini, narasi sejarah dan budaya lokal perlahan beralih dari sekadar tradisi lisan menjadi dokumentasi tertulis yang valid. Dengan kekayaan literatur yang semakin bertambah, aset sejarah Pacitan siap menjadi sumber pengetahuan abadi bagi generasi mendatang sekaligus memperkuat identitas daerah di kancah global.









