Kemarau Panjang, 500 Warga Pacitan Mengetuk Pintu Langit Lewat Shalat Istisqa di SMP IT Ar-Rahmah

oleh -59 Dilihat
Ratusan jamaah melaksanakan Shalat Sunnah Istisqa di halaman Kampus 2 SMP IT Ar-Rahmah Pacitan.
Ratusan jamaah dari berbagai kalangan mengikuti ibadah Shalat Sunnah Istisqa di halaman Kampus 2 SMP IT Ar-Rahmah, Pacitan, Jumat (9/10/2026) pagi, guna memohon turunnya hujan. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ratusan warga beserta tokoh masyarakat, ulama, dan santri menggelar Shalat Sunnah Istisqa di Kampus 2 SMP IT Ar-Rahmah Pacitan, Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Pacitan pada Jumat (9/10/2026) pagi.

Ibadah ini dilaksanakan guna memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

Ibadah yang berlangsung khusyuk ini diimami oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan, Kiai Bambang Adi Suprapto.

Sementara itu, Direktur Akademi Komunitas Negeri (AKN) Pacitan, Prof. Joko Triyono, bertindak sebagai khatib.

Ketua Pembina Yayasan Ar-Rahmah Pacitan, Subiyanto Munir, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir untuk berdoa bersama.

“Shalat Istisqa ini telah selesai kita laksanakan dengan lancar dan khidmat. Alhamdulillah, hadir sekitar 400 sampai 500 jamaah di halaman dalam Kampus 2 SMP IT Ar-Rahmah Pacitan,”kata Subiyanto usai pelaksanaan ibadah.

Dalam khutbahnya, Prof. Joko Triyono mengingatkan jamaah bahwa fenomena kemarau bukan sekadar siklus alam, melainkan momen introspeksi.

Ia menegaskan bahwa air adalah rahmat mutlak dari Allah SWT yang tidak bisa diciptakan oleh teknologi secanggih apa pun.

“Musibah kemarau panjang adalah cermin bagi kita untuk bermuhasabah. Mari kita perbaiki shalat, tunaikan zakat, serta jujur dalam merawat alam—menanam pohon, menjaga mata air, dan hemat air. Kunci utamanya adalah memperbanyak istighfar dan takwa,” tegas Prof. Joko.

Rangkaian shalat dan khutbah diakhiri dengan doa bersama. Khatib memimpin doa sembari membalikkan selendang (rida’) ke arah kiblat, sebuah simbol penyerahan diri memohon agar Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan bagi wilayah Pacitan.

Sebagai informasi, kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pacitan pada tahun 2026 ini dipicu oleh fenomena El Nino kuat dan fase positif Indian Ocean Dipole (IOD). Kondisi anomali cuaca tersebut menyebabkan awal musim hujan diprediksi mundur hingga akhir Desember 2026.

Dampak kekeringan ini memicu krisis air bersih yang meluas hingga melanda 56 desa di 10 kecamatan, termasuk di antaranya Kecamatan Tulakan dan Kebonagung. Tercatat, sebanyak 16.676 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 48.526 jiwa terdampak langsung oleh krisis ini.

Guna bertahan dan memenuhi kebutuhan harian, warga kini terpaksa mengandalkan satu sumber air yang kian menyusut, bergantung pada bantuan dropping air bersih dari pemerintah maupun donatur, hingga membeli air tangki seharga Rp80 ribu per 1.000 liter.

No More Posts Available.

No more pages to load.