Viral! Ridwan Hanif Sebut Pacitan ‘Kota Paling Sepi’, Apresiasi Kebersihan Kotanya

oleh -111 Dilihat
Ridwan Hanif berjalan menyusuri trotoar Alun-Alun Pacitan yang asri, sepi, dan bersih dari sampah di akhir pekan.
Kreator konten otomotif Ridwan Hanif takjub melihat suasana pusat Kota Pacitan yang asri, rapi, dan lengang dari kemacetan lalu lintas meski pada hari Sabtu (akhir pekan). (Foto: Tangkapan Layar Youtube Ridwan Hanif)

Pacitanku.com, PACITAN — Kreator konten otomotif, Ridwan Hanif, terkejut dan berseloroh menyebut Pacitan sebagai “kota paling sepi” saat mengunjungi kawasan pusat kota dan Alun-Alun Pacitan pada Sabtu akhir pekan lalu.

Bersama rekannya sesama kreator konten, Pala Yuda Seno, ia takjub melihat kondisi lalu lintas yang sangat lengang, rapi, dan bersih dari kemacetan, padahal lazimnya destinasi wisata padat pengunjung di hari libur.

Dalam perjalanannya mempromosikan salah satu produk mobil yang diunggah melalui kanal YouTube bertajuk ‘Jalan2 Online’, Ridwan menyoroti potensi pariwisata Pacitan yang sangat besar.

“Ini pusat kotanya sepi banget padahal hari Sabtu, orang pada liburan harusnya kan. Kendaraannya sepi banget, jalan sepi enggak ada kemacetan. Sebenarnya kalau Pacitan punya tol saja wah bakal ramai, karena jalannya menantang,”imbuhnya.

Namun, ia menilai kontur jalan perbukitan yang menantang dan ketiadaan akses tol membuat volume kendaraan wisatawan dari luar daerah belum masif.

“Iya, kita habis ngopi tadi. Mobilnya kita parkir di sana,” kata Ridwan saat berjalan kaki menyusuri kawasan alun-alun kota.

“Iya. Jalan sepi banget enggak ada kemacetan,” ujar Pala

“Ini mah bukan masalah kemacetan, Klaten juga enggak ada kemacetan cuma kendaraannya sepi banget, ini sepanjang kita jalan-jalan Online, Kota paling sepi hari Sabtu loh padahal,” sahut Ridwan

“Betul, Sabtu sesepi ini,”timpal Pala.

Di balik suasana kota yang hening dari hiruk-pikuk lalu lintas, Ridwan sangat mengapresiasi kebersihan lanskap tata Kota Pacitan. Dalam unggahan di video tersebut memperlihatkan jalanan protokol pusat kota yang teraspal mulus dan sangat resik.

Pemandangan udara pusat Kota Pacitan dan kawasan alun-alun yang tertata rapi, asri, dan lengang dari kemacetan lalu lintas.
Tata letak pusat Kota Pacitan dilihat dari udara. Kerapian tata kota, kebersihan lingkungan yang terjaga, serta suasana lalu lintas yang lengang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari ketenangan. (Foto: Tangkapan layar Youtube Ridwan Hanif)

Di sisi kiri dan kanan jalan, deretan pepohonan rindang bersanding rapi dengan area pertokoan serta gedung pemerintahan, seperti kantor Inspektorat Daerah.

Suasana Alun-Alun Pacitan juga terasa semakin asri dengan kondisi trotoar pejalan kaki yang bersih dari sampah plastik—hanya menyisakan beberapa helai guguran daun kering di bawah hamparan langit biru yang cerah.

Melihat kerapian dan ketenangan tersebut, Ridwan bahkan menyandingkan tata kota Pacitan dengan Klaten –tempat tinggalnya– namun dengan nuansa yang jauh lebih senyap.

“Dan orang Pacitan sepertinya suka bersih-bersih ya, rapi loh. Maksudnya enggak banyak kotoran, rapi, sampah-sampah berserakan enggak ada. Ya paling daun-daun doang, senang lihatnya ya, mirip-mirip Klaten lah tapi lebih sepi,”ungkap Ridwan Hanif.

Menutup penjelajahannya di pusat kota, Ridwan dan tim berjalan kaki santai dari salah satu Cofee Shop di kawasan itu melintasi hamparan alun-alun menuju Masjid Agung Darul Falah yang berhadapan langsung dengan Kantor Bupati.

Ia memuji bangunan masjid ikonik tersebut yang berdiri megah dengan perpaduan arsitektur modern dan tradisional.

Menurutnya, interior masjid yang sejuk, dingin, dan tenang menjadikannya lokasi ideal.

Tidak hanya sebagai pusat wisata religi yang bersejarah, tetapi juga tempat beristirahat yang sangat nyaman bagi warga lokal maupun wisatawan untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan menjelajah pantai-pantai di Pacitan.

Sebagai informasi, lawatan Ridwan Hanif di Pacitan memang tidak hanya berpusat di kawasan kota. Selama kunjungannya, ia juga mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata alam dan kuliner khas setempat.

Beberapa lokasi yang ia singgahi antara lain menikmati sajian Nasi Thiwul dari Desa Sedeng, mengunjungi Pantai Pancer Dorr yang lengkap dengan area konservasi penyu, kawasan Pantai Teleng Ria, hingga mampir ke sentra wisata kuliner Seafood di kawasan Tamperan.

No More Posts Available.

No more pages to load.