Kemarau Panjang Ancam Pacitan, Bupati Minta Percepatan Bantuan Air Bersih Tepat Sasaran

oleh -102 Dilihat
Foto ilustrasi musim kemarau
Salah satu titik di Pacitan, tepatnya di Kecamatan Tegalombo saat musim kemarau. (Foto: Dok. Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Menghadapi ancaman kemarau panjang yang memicu krisis air, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan segera mengambil langkah cepat dengan menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa mempercepat verifikasi wilayah terdampak agar bantuan air bersih tepat sasaran.

Instruksi tersebut ditegaskan oleh Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, saat menghadiri rapat koordinasi (rakor) persiapan menghadapi dampak kekeringan yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Heru Wiwoho, Senin (24/8).

Bupati menekankan bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar vital yang memerlukan penanganan cepat.

“Verifikasi harus, tapi jangan terlalu lama karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tegas Bupati Indrata Nur Bayuaji.

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para pemangku wilayah untuk benar-benar memahami kondisi lapangan. Ia juga membuka opsi pelibatan pihak ketiga atau swasta jika intervensi Pemkab dirasa masih kurang memadai, dengan catatan seluruh bantuan tetap berada di bawah koordinasi pemerintah daerah.

Langkah antisipatif ini sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung cukup panjang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menekankan pentingnya sinergi dan validitas data di lapangan.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Sekda Heru Wiwoho memimpin rapat koordinasi penanganan kekeringan.
Sekda Heru Wiwoho memimpin rapat koordinasi persiapan menghadapi dampak kekeringan dan musim kemarau di lingkungan Pemkab Pacitan, Senin (24/8/2026). (Foto: Prokopim Pacitan)

“Kalau keterlibatan bersama ini terjadi, maka verifikasinya juga lebih valid, sehingga jika ada usulan perubahan atau penambahan bisa tertangani dengan baik,” ungkap Erwin.

Hingga Agustus, krisis air mulai terasa nyata. BPBD Pacitan mencatat telah menerima permintaan bantuan air bersih dari 36 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Berdasarkan pemetaan BPBD, lima kecamatan saat ini berstatus ekstrem, yakni Donorojo, Punung, Pringkuku, Arjosari, dan Sudimoro. Sementara itu, Kecamatan Nawangan, Bandar, dan Tegalombo masuk dalam kategori sangat panjang. Empat wilayah lainnya, yaitu Kecamatan Pacitan, Kebonagung, Tulakan, dan Ngadirojo, berada dalam kategori panjang. Pemkab terus memantau perkembangan dan bersiaga mengamankan pasokan air untuk warga.

No More Posts Available.

No more pages to load.