Pembangunan Fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi Pacitan Capai 92 Persen, Siap Beroperasi 15 Agustus Mendatang

oleh -117 Dilihat
Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, melakukan peninjauan progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Pacitan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho, saat melakukan pengecekan fisik gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Pacitan, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. Pemkab Pacitan)

Pacitanku.com, PACITAN – Pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Kabupaten Pacitan telah memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 92 persen.

Program inisiatif Kementerian Sosial yang dirancang sebagai sarana pemutus rantai kemiskinan bagi warga kategori desil 1 dan 2 ini, dijadwalkan mulai beroperasi pada 15 Agustus 2026.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, mengonfirmasi bahwa pengerjaan fasilitas pendukung tersebut berjalan sesuai rencana. Ia memastikan kesiapan operasional gedung untuk segera menampung para peserta didik.

“Insyaallah proses pembangunan SRT Pacitan telah mencapai 92 persen,” ujar Heri saat memberikan keterangan di Pacitan, Jumat (7/8/2026).

Heri menambahkan, pihaknya telah menetapkan jadwal pemanfaatan gedung baru tersebut dalam waktu dekat. “Rencananya, pada tanggal 15 Agustus 2026, kita akan mulai menempati gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi di Pacitan ini,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pacitan Heri Setijono saat wawancara terkait kesiapan Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pacitan, Heri Setijono, memberikan keterangan kepada wartawan terkait kesiapan operasional Gedung Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi jelang tahun ajaran baru pada Senin (6/7/2026). (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

Lebih lanjut, Heri menegaskan bahwa SRT bukan sekadar pembangunan infrastruktur pendidikan di wilayah pelosok, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi generasi muda dari keluarga kurang mampu. Program ini mengusung konsep boarding school dengan sarana dan prasarana yang dirancang khusus untuk menciptakan lulusan yang kompeten.

“SRT ini adalah boarding school dengan sarana prasarana khusus yang tujuannya berjangka panjang. Jika sudah selesai, anak ini akan diarahkan ke jenjang perguruan tinggi melalui kerja sama yang kami bangun, atau bagi yang ingin bekerja, mereka akan dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri,”imbuh Heri.

Melihat besarnya peluang dan fasilitas yang disediakan oleh Kementerian Sosial tersebut, Dinsos Pacitan mengimbau masyarakat, khususnya keluarga dalam kategori desil 1 dan 2, untuk memanfaatkan program ini secara maksimal.

SRT diharapkan menjadi jembatan strategis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meningkatkan daya saing, baik di dunia kerja maupun di jenjang pendidikan tinggi.

“Kami sebenarnya berharap SRT ini menjadi salah satu ikhtiar terbaik yang disiapkan pemerintah. Masyarakat, utamanya keluarga di desil 1 dan 2, hendaknya dapat memanfaatkan fasilitas ini sebagai ikhtiar untuk memutus rantai kemiskinan,”pungkas Heri.

Video MENGENAL SEKOLAH RAKYAT 23 PACITAN: Sekolah Gratis & Berkualitas dengan Pendidikan Karakter Juara

No More Posts Available.

No more pages to load.