Atasi Kelangkaan, Hiswana Migas Wajibkan Pangkalan Elpiji 3 Kg di Pacitan Utamakan Rumah Tangga

oleh -50 Dilihat
Antrean Kendaraan di POM Bensin Arjosari Pacitan yang Mengular
Pemandangan antrean panjang sepeda motor di POM bensin Arjosari, Pacitan, Rabu (18/3/2026), menunjukkan lonjakan kebutuhan bahan bakar di tengah kelangkaan gas Elpiji 3 kg yang juga terjadi di wilayah tersebut. (Foto: Sudarsono/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Ketua Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Madiun, Agus Wiyono, menginstruksikan seluruh agen dan pangkalan di Kabupaten Pacitan untuk memprioritaskan pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) bagi konsumen rumah tangga dibandingkan pengecer.

Instruksi tegas ini dikeluarkan pasca-rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Pacitan dan Pertamina pada Rabu (18/3/2026) guna mengatasi isu kelangkaan gas bersubsidi di wilayah tersebut.

Agus menegaskan pentingnya pengawasan distribusi agar tepat sasaran. Ia meminta para agen aktif turun ke lapangan, memastikan tertib administrasi, dan mengoptimalkan pencatatan melalui aplikasi My Pertamina.

“My Pertamina selaku pembuka elpiji 3 kg dapat real time. Jangan ada titipan, khususnya utamakan untuk pengguna langsung rumah tangga memasak,” ujar Agus usai rapat koordinasi.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa peringatan untuk memperketat pengawasan ini sudah disampaikan kepada para agen sejak dua pekan lalu. Agen diwajibkan memantau pangkalan dan kru penyalur agar mematuhi aturan baku distribusi dari Pertamina.

Sales Manager SBM 6 Minyak dan Gas wilayah Madiun, Gatot Subroto, saat memaparkan skema penambahan 38.080 tabung elpiji 3 kg untuk wilayah Kabupaten Pacitan guna menjamin ketersediaan stok menjelang Idulfitri 2026, Rabu (18/3/2026). (Foto: Putro Primanto/Pacitanku)

“Yang penting konsumsi itu betul untuk rumah tangga, khusus agen saya sudah sejak dua pekan lalu kami ingatkan. Selalu mengawasi pangkalannya serta kru untuk tertib dalam penyaluran. Mengajak para agen untuk turun ke bawah, segera datangi bila ada hal-hal seperti kemarin,” paparnya.

Selain alokasi pasokan rumah tangga, Hiswana Migas juga menyoroti masalah transparansi harga jual. Setiap pangkalan memiliki batas maksimal alokasi hingga 3.000 tabung dari Pertamina. Pangkalan diwajibkan memasang papan informasi yang mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET) secara jelas. Agus pun mengajak awak media untuk turut serta mengawal distribusi di lapangan.

Di sisi lain, Agus mengakui bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menindak harga jual di tingkat pengecer. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membeli gas elpiji 3 kg langsung di pangkalan resmi.

“Kecuali jika masyarakat ini belinya di pengecer, kami tidak punya kuasa dan kami memberlakukan hukum ekonomi. Tindakan tegas kami mengingatkan pangkalan dan agen tidak menaikkan HET gas elpiji 3 kg,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.