Menolak Tertinggal Zaman, Anggota Pacitan Cerdas dari Pelajar hingga Ibu Rumah Tangga Gembleng Diri Ilmu Personal Branding

oleh -183 Dilihat
Lutfi Ayu Paramitha dari Miru Moru Class memberikan materi personal branding kepada anggota Pacitan Cerdas dalam acara Upgrading Internal di Pacitan.
Anggota organisasi Pacitan Cerdas (PACE) dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan ibu rumah tangga, antusias mengikuti agenda Upgrading Internal tentang komunikasi digital dan personal branding bersama Miru Moru Class di Pacitan, Sabtu (14/2/2026). (Foto: Dwi Nurul Janah)

Pacitanku.com, PACITAN — Anggota organisasi Pacitan Cerdas (PACE) dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga, bertekad meningkatkan daya saing di era digital dengan mengikuti agenda Upgrading Internal di Pacitan, Sabtu (14/2/2026).

Menggandeng Miru Moru Class, kegiatan ini fokus membekali peserta dengan ilmu transformasi komunikasi digital agar seluruh lapisan masyarakat siap bersaing dan tidak tergilas kemajuan teknologi.

Semangat untuk terus berkembang tampak jelas dari beragamnya latar belakang peserta yang hadir sejak pukul 08.00 WIB.

Fakta bahwa pemahaman transformasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak bagi siapa saja, bukan hanya pekerja kantoran, menjadi sorotan utama dalam agenda bertajuk “Transformasi Komunikasi Digital, Peran Konten Media Sosial dalam Membangun Branding Personal dan Institusi” ini.

Lutfi Ayu Paramitha, praktisi komunikasi digital sekaligus pemilik Miru Moru Class yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa agenda ini adalah wujud nyata komitmen organisasi agar anggotanya terus “naik kelas.”

“Hampir setiap bulan ada program khusus internal. Sebelumnya kami sudah mengadakan kelas public speaking hingga protokoler. Hari ini, fokus kami adalah optimasi konten digital agar teman-teman anggota bisa memiliki daya saing lebih,”kata Lutfi.

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya disuguhi teori, tetapi juga diajak membedah perbandingan personal branding tokoh lokal Pacitan dan tokoh nasional.

Lutfi menekankan bahwa membangun citra diri di dunia maya bukan sekadar gaya hidup atau pamer semata, melainkan investasi jangka panjang untuk karier dan masa depan.

Meski waktu terbatas untuk praktik teknis pembuatan konten, antusiasme peserta tetap tinggi saat diajak melakukan simulasi strategis.

Mereka secara mandiri menyusun analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats) terhadap citra digital yang ingin dibangun.

“Kami ingin mereka sadar akan peluang yang ada. Harapannya, ilmu terapan ini bisa langsung dipraktikkan untuk memperbaiki profil media sosial mereka, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk mendukung institusi tempat mereka bekerja, termasuk membesarkan nama Pacitan Cerdas,” tambah Lutfi.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Pacitan Cerdas menaruh harapan besar agar para pemuda dan masyarakat Pacitan pada umumnya mampu menjadi garda terdepan dalam memproduksi konten yang sehat, positif, dan edukatif di tengah arus informasi yang tak terbendung.

Ke depan, PACE juga berencana menggelar sesi lanjutan yang lebih mendalam mengenai teknis produksi konten secara langsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.