Pacitanku.com, SEMARANG – Brand fesyen lokal asal Pacitan, Kinana Fashion, sukses menembus pasar nasional dengan mewakili Provinsi Jawa Timur dalam agenda strategis Misi Dagang dan Investasi di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).
Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kota 1001 Goa ini menjadi bukti nyata bahwa produk daerah berbasis kearifan lokal mampu bersaing dalam forum bisnis antarprovinsi yang mencatatkan total transaksi sementara mencapai Rp 2,9 triliun.
Owner Kinana Fashion, Lis Erdawati, menjelaskan bahwa keterlibatan jenamanya dalam misi dagang ini melalui proses seleksi yang ketat. Berawal dari usulan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Pacitan, Kinana Fashion berhasil lolos kurasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, menyisihkan puluhan kandidat lainnya.
Kinana Fashion terpilih menjadi satu dari dua perwakilan UMKM se-Jawa Timur, bersanding dengan satu jenama lain asal Blitar, untuk memamerkan produk unggulannya di hadapan para pengusaha dan pejabat dari kedua provinsi.
Dalam pameran yang digelar di Ballroom PO Hotel Semarang tersebut, Lis membawa konsep busana yang kuat akan nilai keberlanjutan atau sustainable fashion.
“Produk yang ditampilkan meliputi atasan, gaun, hingga luaran (outerwear) yang memadukan wastra nusantara seperti tenun, batik, dan ulos dengan sistem produksi minim limbah (zero waste),”katanya saat dikonfirmasi Pacitanku.com.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah pengembangan kebaya kutubaru yang dimodifikasi menjadi rompi (vest) modern, sebuah upaya adaptasi tradisi agar lebih relevan dengan tren pasar masa kini.
Lis Erdawati mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam forum ini bukan sekadar ajang pameran, melainkan upaya strategis untuk memperluas jejaring pasar Business to Business (B2B).
Ia optimistis pertemuan ini akan membuka peluang kerja sama jangka panjang dengan pengusaha dari Jawa Tengah, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri pelaku UMKM Pacitan lainnya untuk terus menaikkan kualitas produk dan branding agar siap berkolaborasi di level yang lebih tinggi.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir langsung dalam acara tersebut mengapresiasi sinergi yang terbangun antara kedua provinsi. Khofifah mencatat nilai transaksi perdagangan telah menembus angka Rp 2,9 triliun.

Angka fantastis ini didominasi oleh penjualan produk Jawa Timur sebesar Rp 2,658 triliun, pembelian produk Jawa Tengah senilai Rp 184 miliar, serta investasi langsung untuk mendukung ketahanan pangan nasional mengingat keterbatasan lahan pertanian di Jawa Timur.
Senada dengan Khofifah, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, menyambut positif kolaborasi ini sebagai momentum krusial bagi kebangkitan ekonomi daerah.
Taj Yasin berharap produk unggulan Jawa Timur dapat melengkapi kebutuhan pasar di Jawa Tengah, begitu pula sebaliknya, sehingga tercipta ekosistem bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan bagi para pelaku usaha, khususnya sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM.
Forum temu bisnis ini turut dihadiri oleh 218 pelaku usaha dari kedua provinsi serta berbagai pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Selain sektor fesyen yang diwakili Kinana Fashion, transaksi besar juga terjadi pada komoditas strategis lainnya seperti peternakan, perikanan, hingga industri hasil tembakau, yang menandakan kuatnya potensi ekonomi jika dikelola melalui kolaborasi lintas daerah yang solid.
Video Cerita Mantan Aktivis Jadi Pelaku UMKM 1001 Bambu di Pacitan – Podcast Kertas Kosong Eps. 48












