Gandeng Donatur Jakarta, ICMI Pacitan Bangun Sumur Bor hingga Cetak Puluhan Instruktur Iqro Handal

oleh -53 Dilihat
CETAK GENERASI QURANI. Suasana Pelatihan Instruktur Metode Pembelajaran Iqro yang digelar ICMI Pacitan di Ngampel, Minggu (18/1/2026). Kegiatan yang menghadirkan pakar dari Yogyakarta ini diikuti 87 peserta guna meningkatkan kompetensi guru ngaji di Pacitan. (Foto: Dok. ICMI for Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN — Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Pacitan mengawali tahun 2026 dengan aksi nyata melalui kolaborasi strategis bersama lembaga sosial Agen Kebaikan Umat (AKU) Jakarta guna memperkuat sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan dasar keagamaan masyarakat.

Sinergi lintas wilayah ini diwujudkan dalam serangkaian program bantuan fasilitas fisik dan edukasi, mulai dari pembangunan sumur bor di lingkungan pesantren, distribusi ribuan kitab suci, hingga pelatihan intensif bagi puluhan instruktur metode Iqro.

Ketua ICMI Pacitan, Subiyanto Munir, menegaskan bahwa langkah ini merupakan momentum kebangkitan organisasi pasca-pandemi COVID-19 serta upaya memaksimalkan peran nyata cendekiawan di tengah masyarakat menjelang akhir masa jabatan periode 2025-2026.

Ia mengibaratkan kerja sama dengan donatur Jakarta ini sebagai sebuah simbiosis mutualisme demi tujuan mulia, di mana ICMI bertindak sebagai perpanjangan tangan yang menyalurkan amanah kebaikan ke titik-titik yang tepat.

“Kerja sama penyalurannya ibaratnya dua orang, yang satu punya kaki tapi tidak bisa melihat, satu lagi punya mata tapi tidak punya kaki. Kita berjalan menuju suatu titik kepentingan yang sama untuk menyeberang jalan kebaikan umat ini,”kata Subiyanto Munir, Senin (19/1/2026) di Pacitan.

Dalam implementasinya, kolaborasi ini telah berhasil menyalurkan bantuan fisik berupa 1.000 mushaf Al-Qur’an dan 900 buku Iqro kepada 26 lembaga pendidikan di Pacitan yang terjaring melalui pendaftaran terbuka.

Tak hanya itu, ICMI juga menjawab persoalan krisis air bersih di lingkungan pendidikan agama dengan membangun empat titik sumur bor.

Tiga di antaranya telah beroperasi mengalirkan air, yakni di Pesantren MMG Mekkah Madinah Qur’an Barong Wetan, SD Islam Al-Muhajirin Barean, dan Ponpes Ar-Rohmah Watulakar, sedangkan satu titik di Pesantren An-Nur Ngadirejan Pringkuku masih dalam proses pengerjaan.

Puncak dari rangkaian kegiatan sosial tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Pelatihan Instruktur Metode Pembelajaran Iqro pada Minggu (18/1/2026) di Toko Mitra Mandiri, Ngampel.

Kegiatan ini diikuti oleh 87 peserta yang terdiri dari perwakilan Madrasah Diniyah, Taman Pendidikan Al-Qur’an, serta guru agama dari empat kecamatan yaitu Pringkuku, Kebonagung, Pacitan, dan Arjosari.

Guna menjamin mutu pelatihan, panitia menghadirkan instruktur nasional pakar metode Iqro dari pusat Yogyakarta, yakni Bapak Darmo dan Bapak Septian.

Subiyanto menekankan pentingnya keseriusan para peserta untuk menjaga kesinambungan metode pembelajaran ini meskipun metode lain telah berkembang di masyarakat.

Pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan intensif selama tiga bulan ke depan bagi para instruktur muda ini, yang nantinya akan ditutup dengan evaluasi serta pembekalan materi tambahan berupa teknik mendongeng untuk menarik minat santri belajar mengaji.

“Kepada adik-adik yang terikut dalam program pelatihan ini, kita harus serius, rela berkorban, dan rela untuk berkesinambungan agar kita menghasilkan guru Iqro yang handal,”tegasnya.

Melalui program ini, ICMI berharap dapat memberikan kontribusi konkret dalam mendukung visi Pacitan yang lebih sejahtera dan bahagia.

Subiyanto meyakini bahwa pembangunan daerah memerlukan gotong royong seluruh elemen tanpa memandang latar belakang golongan.

“Keyakinan kami, membangun Pacitan tidak dapat dikerjakan sendiri oleh satu golongan atau satu partai, tapi kita ingin menjalin semuanya itu untuk kebaikan umat dari manapun asalnya,”pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.