Pacitanku.com, TULAKAN — Menutup lembaran kalender kegiatan tahun 2025, Pemerintah Desa Jatigunung bersama Karang Taruna Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan mengambil langkah strategis untuk merevitalisasi semangat generasi muda melalui gelaran bertajuk “Upgrading & Penguatan Kapasitas”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 30 Desember 2025, di Balai Desa Jatigunung ini mengusung tema besar “Unity, Solidarity, and Leadership Transformation” sebagai respons nyata atas tantangan sosial dan organisasi yang kian kompleks dihadapi oleh pemuda desa saat ini.
Acara ini lahir dari hasil evaluasi kinerja internal yang menyoroti adanya fenomena penurunan rasa kepedulian sosial di kalangan generasi muda, di mana aktivitas organisasi kerap kali hanya dipandang sebagai pengisi waktu luang tanpa esensi perjuangan yang mendalam.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, kegiatan ini dirancang dengan empat tujuan fundamental, yakni memberikan pembekalan kepemimpinan, merajut kembali persatuan, meningkatkan kemampuan manajerial yang bijaksana, serta menumbuhkan kembali roh perjuangan pemuda dalam menjalankan peran sosialnya di tengah masyarakat.
Sebanyak 65 peserta yang terdiri dari pengurus Karang Taruna desa, Taruna Dusun, hingga berbagai komunitas kepemudaan setempat hadir untuk menyerap ilmu dari tiga narasumber kompeten.
Materi fundamental organisasi dipaparkan oleh Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Tulakan, Rudianto, dilanjutkan dengan wawasan kepemimpinan oleh Tokoh Pemuda Kecamatan Tulakan, Arianto. Guna menjawab tantangan zaman, panitia juga menghadirkan Angga dari Angga Creative yang memberikan pembekalan khusus mengenai kreativitas di dunia digital.
Ketua Pelaksana, Hardhian Majid, menegaskan bahwa forum ini merupakan solusi konkret untuk mengatasi memudarnya rasa memiliki atau sense of belonging di tubuh organisasi kepemudaan.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia (SDM) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar agar organisasi mampu keluar dari pola pikir lama yang kurang produktif dan bertransformasi menjadi entitas yang progresif.
“Salah satu gol dari kegiatan yakni penguatan kapasitas SDM generasi muda, yang kemudian dikuatkan melalui materi kepemimpinan dan keorganisasian, tanggung jawab sosial, dan kreativitas pemuda di bidang digital untuk upgrade pengetahuan dasar organisasi sehingga menjadi bekal untuk kemajuan pemuda desa ke depan,”kata Hardhian di sela-sela kegiatan.
Hardhian menekankan bahwa tanpa pondasi materi dasar yang kuat dan kemampuan adaptasi teknologi, gerakan pemuda akan kehilangan arah dan gagap menghadapi modernitas.
Ia menyebut materi kepemimpinan sebagai “nyawa” dari kerja organisasi yang wajib dipahami sebagai landasan bergerak, sementara kemampuan digital kreatif merupakan tuntutan zaman yang harus dikuasai agar pemuda desa tetap relevan dan adaptif.
Momentum penghujung tahun sengaja dipilih panitia bukan sekadar kebetulan, melainkan sebagai upaya menyuntikkan motivasi segar sekaligus memantik semangat baru dalam menyongsong tahun 2026.
Melalui upgrading ini, diharapkan keraguan terhadap potensi pemuda dapat terkikis, sehingga Karang Taruna mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah desa yang lebih profesional, solid, dan berani terlibat aktif dalam setiap aspek pembangunan desa, baik sosial maupun ekonomi.
“Harapan kami, output dari kegiatan ini kepemudaan Desa Jatigunung semakin solid. Serta dalam jangka panjang, generasi muda berani untuk terlibat dalam kemajuan dan pembangunan desa,” pungkas Hardhian penuh optimisme.












