Pacitanku.com, SUDIMORO — Destinasi wisata alam Platar Wakidi yang terletak di kawasan Hutan Pager Kidul, Kecamatan Sudimoro, kini menjadi primadona baru di Kabupaten Pacitan bagi wisatawan yang mencari ketenangan di tengah panorama laut lepas dan perbukitan hijau meskipun akses menuju lokasi masih tergolong cukup menantang.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (21/12/2025) objek wisata ini menawarkan suasana hutan yang masih asri dan alami sehingga sangat cocok bagi pengunjung yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Untuk menikmati keindahan tersebut, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari jalan utama dengan kondisi infrastruktur yang masih berupa tanah berbatu dan sempit.
Karena akses jalan yang belum beraspal dan kontur tanah yang naik turun, penggunaan sepeda motor sangat disarankan bagi para wisatawan guna menjamin kelancaran perjalanan menuju titik lokasi. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Salah satu warga lokal, Surip, memberikan penjelasannya mengenai kondisi teknis di lapangan bagi para pendatang.
Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini akses kendaraan roda dua merupakan pilihan yang paling masuk akal dan aman untuk menjangkau area puncak.
“Kalau mau ke Platar Wakidi lebih aman pakai motor. Jalannya sempit dan naik turun, mobil agak susah masuk,”kata Surip saat ditemui di lokasi wisata tersebut.
Daya tarik utama Platar Wakidi terletak pada kemampuannya menyuguhkan pemandangan laut selatan yang memukau, terutama pada momen matahari terbit maupun terbenam.
Cahaya matahari yang memantul di permukaan air laut berpadu dengan rimbunnya pepohonan menciptakan harmoni visual yang memanjakan mata bagi siapa saja yang berkunjung.
Keindahan pemandangan dari area pandang ini sering kali dijadikan latar belakang foto oleh para wisatawan yang ingin mengabadikan momen liburan mereka.
Popularitas tempat ini pun kian menanjak berkat peran aktif pengguna media sosial yang membagikan potret keindahan alam Sudimoro tersebut.
Surip menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran profil pengunjung yang semula hanya berasal dari warga setempat kini mulai merambah ke luar daerah.
“Dulu yang datang cuma warga sekitar. Sekarang sudah banyak dari luar desa, bahkan dari kota Pacitan, karena lihat foto-foto di media sosial,”katanya.
Hal yang cukup istimewa dari destinasi ini adalah hingga kini pengelola tidak memberlakukan tiket masuk alias gratis bagi setiap pengunjung.
Walaupun dapat dinikmati secara cuma-cuma, wisatawan sangat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan guna menjaga kelestarian hutan.
Pengelolaan kawasan wisata ini pun masih berjalan secara sederhana dan bersifat swadaya oleh masyarakat sekitar yang peduli pada potensi wilayahnya.
Wisatawan biasanya mulai memadati kawasan ini pada akhir pekan atau hari libur nasional dengan waktu kunjungan terbaik pada pagi atau sore hari saat cuaca cerah.
Pemerintah desa beserta masyarakat setempat menaruh harapan besar agar ke depannya Platar Wakidi mendapatkan perhatian lebih dari pihak terkait, khususnya mengenai perbaikan akses jalan dan penyediaan fasilitas pendukung.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, potensi wisata berbasis hutan ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga lokal sekaligus memperkaya daftar destinasi unggulan di Kabupaten Pacitan.









