Pacitanku.com, ARJOSARI – Pasca insiden ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban jiwa, Pondok Pesantren Tremas yang berlokasi di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, mengambil langkah tegas untuk mengantisipasi kejadian serupa.
Pengasuh Pondok Pesantren Tremas, KH. Lukman Harist Dimyathi, memerintahkan pembongkaran terhadap salah satu bangunan lama di lingkungan pesantren yang dinilai sudah berusia tua dan berpotensi membahayakan para santri.
“Betul-betul saya sendiri yang merekam video (saat meratakan bangunan tua di Tremas, dan saat kejadian musibah (Sidoarjo) itu, ebetulan di grup pengasuh pesantren, semua guru, pengasuh, dan bagian keamanan juga ada di situ. Saya langsung menginstruksikan agar semua bangunan lama di pesantren kita ini segera dicek,”ujar KH. Lukman saat siaran langsung di Radio Elshinta, baru-baru ini.
Kyai Luqman menambahkan bahwa langkah cepat langsung diambil setelah adanya instruksi tersebut.
“Alhamdulillah, setelah dicek malam itu juga, paginya alat berat sudah siap dan bangunan yang sudah lama langsung diratakan. Semua dilakukan demi keselamatan para santri,”ungkapnya.
Keputusan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama dari kalangan pengurus dan santri yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan penghuni pesantren.
Dengan pembongkaran bangunan tua ini, Pondok Pesantren Tremas berkomitmen untuk melakukan perawatan berkala dan memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi aman dan layak huni, guna menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan selamat bagi para santri.












