Tanggapi Kericuhan Final Soedirman Cup, Pemerhati Voli: Panitia Sudah Berupaya Maksimal

oleh -1145 Dilihat
Bukan Salah Panitia? Altop Nurhasyim, pemerhati bola voli, berikan pandangan berbeda terkait kericuhan di final Soedirman Cup 2025. Ia menyebut panitia sudah bekerja maksimal, bahkan sudah ada jaminan dari klub bahwa pemain bintang, Rivan Nurmulki, akan datang. Altop mengajak semua pihak untuk introspeksi dan menjunjung sportivitas. (Foto: Julian Tondo/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kericuhan yang mewarnai laga puncak bola voli Soedirman Cup 2025 di Nawangan Pacitan pada Sabtu (6/9/2025) lalu, memicu berbagai spekulasi dan perdebatan di kalangan publik.

Seorang pemerhati bola voli, Altop Nurhasyim, akhirnya angkat bicara dan memberikan pandangan lain yang menyoroti pernak-pernik di balik insiden tersebut. Menurutnya, panitia tidak dapat sepenuhnya disalahkan atas kejadian ini.

Baca juga: Polisi Selidiki Kericuhan Grand Final Voli di Nawangan Pacitan

Altop menjelaskan bahwa panitia telah melakukan berbagai upaya maksimal, termasuk berkomunikasi intens dengan pihak klub terkait kehadiran para pemain, khususnya pemain bintang Rivan Nurmulki.

“Panitia sudah mengkonfirmasi dan berkomunikasi melalui pesan singkat pagi dan siang hari, pihak klub menyatakan kehadiran pemain bintang (Rivan). Percakapan konfirmasi tersebut ada di pesan WA panitia,” kata Altop Nurhasyim, Jumat (12/9).

Ia menambahkan, dari hasil konfirmasi tersebut, diketahui bahwa Rivan sebenarnya memiliki jadwal pertandingan lain di Purwakarta pada hari yang sama.

Namun, pihak klub memberikan jaminan bahwa Rivan akan langsung bertolak ke Nawangan setelah selesai bertanding di Purwakarta.

“Ya, itu fakta yang kami ketahui memang demikian adanya. Selesai Purwakarta langsung Nawangan, itu bunyi pesan yang diterima panitia dari pihak klub,” jelas Altop.

Lebih lanjut, Altop berpendapat bahwa panitia justru menjadi pihak yang dirugikan atas insiden ini.

Saat pemain yang ditunggu tidak hadir hingga malam hari, panitia tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan informasi ulang kepada penonton, sehingga kericuhan pun tak terhindarkan.

“Bahwa sampai malam hari pemain yang ditunggu tidak datang, panitia tidak bisa disalahkan. Dan mereka sudah tidak memiliki cukup waktu untuk menarik, mencabut, menginformasikannya,” tegasnya.

Mengakhiri penjelasannya, Altop Nurhasyim mengajak seluruh masyarakat, khususnya pecinta bola voli, untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran berharga.

Dia menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan tidak melakukan tindakan anarkis, yang justru dapat merugikan citra olahraga dan daerah.

“Mari bersama-sama saling menjaga, introspeksi, event voli ini kan sebagai sarana mengasah potensi atlet meraih prestasi. Dan terpenting jangan anarkis, apapun bentuknya itu justru lebih merugikan bagi dunia olahraga voli serta citra daerah,”pungkas Altop.

No More Posts Available.

No more pages to load.