Cerita Khofifah Tentang Sentono Genthong Pacitan dengan Syekh Subakir

oleh -Dibaca 180 kali
DI PETILASAN. Gubernur Khofifah di petilasan Syekh Subakir di Sentono Genthong beberapa hari yang lalu. (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PRINGKUKU – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan diri berkunjung ke destinasi wisata Sentono Genthong saat kunjungannya ke Pacitan pada Selasa (10/1/2023) lalu. Saat mengunjungi Sentono Genthong yang terletak di Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku, Pacitan itu, Khofifah sempat berbincang dengan awak media tentang destinasi sentono Genthong yang juga salah satu destinasi wisata religi.

Hal itu erat kaitannya dengan legenda tumbal tanah jawa yang dilakukan oleh ulama asal Persia, Syekh Subakir.

Pada saat itu, Khofifah sendiri juga mengunjungi tempat khusus di kawasan wisata Sentono Genthong yang dipasang pagar dengan rumah kecil beratap ijuk. Tempat itu diyakini petilasan Syekh Subakir.

“Kalau mau dibilang wisata religi, Sentono Genthong ini ya wisata religi, ada cerita Sentono genthong dan ulama Persia Syekh Subakir, karena bagi mereka yang menetahui babad tanah jawi, sosok Syekh Subakir ini diketahui ulama yang pindah dari satu tempat untuk membangun kehidupan yang kondusif bagi masyarakat yang ada titik-titik yang didatangi,”kata Khofifah saat menceritakan sosok Syekh Subakir.

Lebih lanjut, Khofifah menceritakan saat itu sosok Syekh Subakir diceritakan dimana salah satu tempat yang didatangi adalah saat membangun Borobudur dan Prambanan.

“Ketia membangun dua candi itu, konon Syekh Subakir juga datang dan dari kabar ceritanya, dulu banyak jin yang menggangu proses pembangunan dan beliau yang termasuk yang bisa berkomunikasi dengan jin sehingga proses pembangunan itu bisa selesai,”ungkap Khofifah.

Peristiwa tersebut, kata Khofifah, juga menjadi cerminan bagus komunikasi positif antarumat beragama di Indonesia.

“Meskipun syekh zubakir islam dan kemudian Borobudur untuk budha, tetapi bahwa bangunan komunikasi diantara antar umat beragama di negeri ini sesungguhnya tertanam sangat bagus sekali, oleh karena itu kalau kita mau melihat hubungan harmonis harmonious partnertship disini salah satu punjernya, kalau melihat keindahan alam disini salah satu punjernya,”pungkas Khofifah.

Sebagai informasi, Sentono genthong sendiri saat ini sudah dikelola menjadi destinasi wisata. Sentono Genthong sendiri bisa ditempuh hanya membutuhkan waktu 15 menit ke lokasi.

Pemandangan keren dapat disaksikan saat di kawasan parkir karena bisa menyaksikan panorama Pacitan.

Menurut legenda yang dihimpun dari berbagai literatur, ada seseorang dari Persia bernama Syekh Barabah Al Farizi memasang tumbal di Sentono Genthong sekitar tahun 1.400 masehi.

Namun demikian rencana itu belum terlaksana, sehingga akhirnya tugas diteruskan Syekh Subakir. Adapun tujuan pemasangan tumbal di lokasi tersebut konon untuk mengusir roh jahat yang masih menguasai tanah Jawa khususnya di Wengker Kidul, yang kini menjadi Pacitan. Dengan begitu, lahan yang ada bisa dihuni manusia seiring upaya penyebaran agama Islam.

Dalam perkembangannya, benda yang ditanam di lereng bukit karst itu dipercaya menjadi penyangga baik dari roh jahat, tetapi juga menopangnya dari bencana.

No More Posts Available.

No more pages to load.