Pacitan Masih Kekurangan Kepala Sekolah, Kadindik Dorong Guru Punya Mindset tak Takut Jadi Kepala Sekolah

oleh -Dibaca 1,071 kali
DIKUKUHKAN. Puluhan pejabat fungsional guru dan nakes dikukuhkan oleh Bupati Pacitan pada Rabu (7/12/2022). (Foto: Sulthan Shalahuddin/Pacitanku)

Pacitanku.com, PACITAN – Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Pacitan Budiyanto mendorong guru di Pacitan untuk memiliki mindset tidak takut menjadi kepala sekolah. Hal itu disampaikan mengingat saat ini Pacitan masih mengalami kendala kekosongan kepala sekolah di sejumlah Lembaga Pendidikan dibawah naungan Dindik Pacitan.

“Kita sangat dilematis dengan kekurangan kepala sekolah, kekosongannya kita sampai semester I tahun 2022 ada 142 kekosongan Kepala SD, 9 kekosongan Kepala SMP,”kata Budiyanto saat ditemui awak media usai pelantikan pejabat fungsional Pemkab Pacitan baru-baru ini.

Budiyanto mengakui memang selama masa pandemi pihaknya tidak menyiapkan regenerasi kepala sekolah sehingga terjadi kekosongan.

Baca juga: Kadindik: Idealnya Pacitan Butuh 600 Guru

Ditambah, kata dia, dua tahun masa pandemi membuat Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) juga tidak melakukan pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepala sekolah.

Namun demikian, usai pandemi, Budiyanto mengatakan Dindik Pacitan sudah melakukan seleksi kepala sekolah. Dimana, kata dia, sebanyak 129 guru mendaftar dan mengikuti seleksi Kepala Sekolah. Namun dalam tahapan seleksinya, beberapa diantaranya belum memenuhi syarat.

“Yang mendaftar kepala sekolah dan seleksi 129 masih ada kekurangan, kita lakukan pra seleksi, ternyata juga masih ada yang belum S1, karena persyaratannya harus S1,”paparnya.

Untuk mengantisipasi kekurangan tersebut, Dindik Pacitan juga sudah memiliki solusi cadangan, yaitu dengan adanya program guru penggerak di semua jenjang, baik jenjang TK, SD maupun SMP.

“Namun demikian kita sudah memiliki cadangan guru pengerak tadi, semua jenjang, dimana pada program guru penggerak angkatan ke-5, ada total sebanyak 58 guru penggerak untuk semua jenjang, dimana diantaranya TK guru penggerak SD ada 30, SMP ada 18 dan sisanya adalah jenjang lainnya,”jelas Budiyanto.

Kebijakan tersebut sesuai dengan regulasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa kekosongan kepala sekolah hingga pengawas nanti bisa diambilkan dari guru penggerak.

“(Guru penggerak) ini kita masih berproses, dan Angkatan ke-5 pada tanggal 19 Desember 2022 nanti ada panen hasil karya di SMKN 2 Pacitan, selain Angkatan ke-5 juga Angkatan ke-7 sudah mulai di lokakarya 1 dan lebih banyak yang ikut,”papar Budiyanto.

Secara khusus, Budiyanto juga mendorong para guru di Pacitan untuk mengubah mindset agar tidak takut menjadi kepala sekolah.

“Sekarang harus merubah mindset teman-teman guru jangan takut menjadi kepala sekolah, kepala sekolah sangat diperlukan di satuan pendidikan, dan harapannya juga Kementerian mendorong semua guru jadi guru penggerak, karena keberhasilan program merdeka belajar dan pelaksanaan Implementasi kurikulum merdeka sangat didorong dari guru penggerak,”pungkasnya.

Video Bupati Pacitan Lantik 57 Pejabat Fungsional, Mayoritas Didominasi Guru

No More Posts Available.

No more pages to load.